Public Hearning Komisi C DPRS Terkait Rencana Pembangunan Taman Budaya Jepara

Nkripost, Jepara – Public Hearing yang dipimpin oleh Plt. Ketua DPRD Kabupaten Jepara Drs. Junarso, Wakil Ketua H. Pratikno dan KH. Nurudin Amin yang biasa dipanggil Gus Nung dengan mengundang narasumber dari berbagai insan seni dan budaya, dari berbagai kelompok kesenian, LSM, Media dan Ormas Keagamaan.Kamis, 8/10/2020,

Masih menjadi pro dan kontra dalam perbincangan ini, karena dari berbagai masukan dari publik, berlanjut atau tidaknya proses pembangunan Taman Budaya yang terletak di Pakis Aji, dengan luas hampir 5H dan sebagian besar peserta usul dan mengharapkan agar melibatkan peran serta warga masyarakat khususnya seniman, tokoh agamawan, tokoh sejarah, pelaku serta pengamat seni dan budaya.

Drs. Junarso dari Fraksi PDIP selaku Plt. Ketua DPRD Kabupaten, menyatakan bahwa acara Public hearing ini berkaitan dengan tugas dan wewenang kami, untuk mendengar langsung dari elemen masyarakat dan pelaku seni, agar bisa menentukan pijakan arah dalam persetujuan anggaran pembangunan Taman Budaya.

Salah satu peserta yang hadir bernama Iskak dari Desa Sinanggul, Kec. Mlonggo mewakili seniman Kabupaten Jepara, mengatakan rencana Taman Budaya ini sudah di mulai sejak Oktober 2019.

“Kami sejak awal bertemu dengan Plt. Bupati Andi Kristiandi, S.Sos. waktu itu, hanya membahas tentang gedung galeri untuk mendisplay hasil ukir di Jepara, namun akhirnya di usulkan menjadi Taman Budaya yang menelan biaya sangat fantastis hampir 120M, namun sejak September 2020, hampir 10 kali kita membahas dengan disparbud dan rekan-rekan seniman, akhirnya kami mengeluarkan pokok2 pikiran kami yang tertuang dalam 7 catatan penting” Katanya.

“Kami meminta untuk studi kelayakan agar lebih details, agar nanti dalam proses pembangunan tetap mengedepankan konten-konten seni dan budaya yang mengandung kearifan lokal, dalam master plannya,” Tambahnya.

Loading...

Sementara H. Pratikno Wakil Ketua DPRD Jepara, mengingatkan peserta rapat untuk bisa memberikan masukan dan tanggapan, terhadap rencana pembangunan Taman Budaya, bangunan yang di rencanakan sebuah ikon monumental, jangan sampai mengikuti jejak bangunan2 lain yang pada akhirnya mangkrak dan merugikan keuangan daerah serta menguras APBD, kami mengusulkan memanfaatkan gedung-gedung yang mangkrak agar bisa di pakai untuk melakukan kegiatan berkesenian.
“Masukan dari peserta rapat, akan kami kembangkan untuk menjadi bahan kajian DPRD dan akan kami bahas lagi di rapat-rapat berikutnya” Imbuhnya.

Selain itu juga diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, destinasi wisata baru, dan tempat pengembangan seni budaya Jepara, Taman Budaya Jepara (TBJ) terdiri dari gedung kesenian berupa pendapa, gedung galeri, tempat ibadah dari berbagai agama, tempat pertunjukan terbuka, hutan dan taman, serta fasilitas penunjang lainnya.

NKRI post /ekohariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *