PTUN Melakukan PS Tanah Perumahan Milik Boby Liyanto

NKRIPOST, NTT/Kupang – PTUN Kupang melakukan Pemeriksaan Setempat (PS) Tanah milik Boby Liyanto yang sudah membangun perumahan di atas tanah dua bidang dengan luas tanah masing-masing pertama seluas 6.140 meter persegi dan kedua seluas 5.000 meter persegi

Pemeriksaan setempat (PS) di Desa Penfui Timur pada hari Kamis, 05/11/2020. Hal ini dilakukan oleh Majelis Hakim dari PTUN Kupang turun untuk memastikan lokasi yang disengketakan.

Hakim 2 orang bersama panitera turun ke Desa Penfui Timur untuk memastikan tanah perumahan yang bermasalah terdapat dua bidang yang sudah ada pembangunan perumahan milik Boby Liyanto itu.

Loading...

Pantauan media ini saat pemeriksaan gambar tanah Kuasa Hukum dari tergugat Samuel Ahap menunjukan gambar sertifikat namun dalam sertifikat itu, Kuasa Hukum penggugat Yance Mesakh memprotes karena sertifikat yang sesungguhnya itu ada jalan. Jelas Yance Mesakh.

Lanjut Tergugat menyampaikan kepada Majelis Hakim bahwa 2 bidang tanah itu disatukan menjadi 1 sertifikat. Maka Kuasa Hukum Penggugat Yance Mesakh mempertanyakan bahwa, bagaimana kalau 2 bidang tanah kalau disatukan sertifikatnya pasti luas tanah pun berubah namun kuasa hukum tergugat menyampaikan bahwa akan dibuktikan di sidang nantinya.

Setelah PS tanah yang bermasalah, media ini konfirmasi Kuasa Hukum tergugat Samuel Ahab terkait pernyataan yang lalu bahwa, tanah ini tidak bermasalah tetapi kenapa hari ini dipermasalahkan lagi, namun kuasa hukum menyampaikan bahwa ini perkara lain. Jelas Samuel Ahab.

Lanjut Samuel Ahab, masalah ini sedang diproses jadi kita tunggu saja Majelis Hakim ketuk palu bahwa siapa yang lebih berhak atas tanah ini. Tegas Ahab.

Wartawan konfirmasi terkait warga yang membeli rumah di atas tanah yang sedang disengketakan sangat kwatir namun Samuel Ahab mengatakan bahwa tidak ada yang kwatir karena sebelumnya sudah ada sosialisasikan bahwa mereka membeli rumah ini sah. Jelas Kuasa Hukum Tergugat Samuel Ahab.

Objek Tanah Sengketa pertama seluas 6.140 meter persegi objek ke-2, seluas 5.000 meter persegi. Penggugat adalah tuan tanah Anak dari Almarhum Isakh Sabaat. Kata Yance Mesakh.

Awal pembangunan perumahan ini juga tuan tanah sudah melakukan teguran namun Hengki Liyanto Bapaknya Boby Liyanto tidak indahkan dan membangun terus. Namun di lain waktu Hengky Liyanto datang kepada tuan tanah dan menawarkan untuk memberikan 1 unit rumah, 1 unit mobil dan menjadi Satpam di perumahan yang sedang dibangun itu namun tuan tanah menolak permintaan itu. Jelas Yance Mesakh.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *