Kategori
POLITIK & HUKUM

Prabowo Subianto Dukung Pemindahan Ibu Kota Dengan 4 Catatan

BAGIKAN :
Prabowo Subianto Dukung Pemindahan Ibu Kota
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) makan siang bersama di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )

Jakarta –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan Timur. Tepatnya, di sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Juru Bicara (Jubir) Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo Subianto berpesan terkait pemindahan ibu kota tersebut kepada seluruh kader Partai Gerindra bahwa usulan pemindahan ibu kota sudah menjadi usulan rencana jangka panjang yang menjadi usulan Gerindra sejak 2014.

“Pada prinsipnya, Pak Prabowo dan Gerindra setuju ibu kota pindah dengan beberapa catatan,” kata Dahnil, kepadaSP, di Jakarta, Senin (26/8) malam.

Catatan pertama, terang Dahnil, pemindahan ibu kota harus didasari dengan kajian yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tidak grasa-grusu, dan menjadi program jangka panjang yang dipersiapkan dengan matang,” katanya.

Dahnil melanjutkan, catatan kedua adalah pemindahan ibu kota harus didasari dengan pandangan ekonomi opportunity cost (biaya kesempatan) selain tentu financial cost (biaya keuangan), yang pondasi dasarnya tentu adalah prioritas. Jangan sampai rencana tersebut mengabaikan masalah paling dasar lain.

Catatan ketiga, lanjutnya, adalah masalah paling dasar lain kapasitas negara menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, dan kedaulatan ekonomi seperti kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan pertahanan dan keamanan.

“Karena semua masalah di atas adalah masalah primer kita sebagai bangsa dan negara,” ucapnya.

Catatan keempat, kata Dahnil, pemindahan ibu kota, selain memperhatikan prioritas, kesenjangan ekonomi, juga harus memperhatikan dampak sosial, budaya, dan politik bagi persatuan dan kesatuan NKRI.

“Pemindahan ibu kota tidak sekadar masalah ekonomi, namun ada masalah antropologis (budaya)
dan masalah geopolitik, pertahanan, keamanan, juga masalah lingkungan hidup dan lainnya, jadi tidak boleh pandangan pemindahan ibu kota sekadar dilihat dari sisi ekonomi an sich,” katanya.

Pada prinsipnya, kata Dahnil, Pak Prabowo dan Gerindra mendukung segala upaya baik yang pro masa depan, bukan upaya yang myopic abai masa depan.

“Sukses selalu untuk Pak Jokowi dan jajarannya,” katanya.


Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *