PP IPMIL: Pemkab Luwu Bukan Putus Mata Rantai Covid-19, Tapi Menyambung

Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu, Asep Saifuddin (kiri).

LUWU, NKRIPOST.COM – Bertepatan Hari Buruh Nasional, masyarakat Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan digegerkan dengan adanya kabar salah satu warga yang dinyatakan positif Covid-19, Jumat (1/5/2020).

Warga tersebut diketahui berprofesi sebagai pelaut dan dia pulang kampung ke salah satu desa di Kecamatan Bajo sejak minggu lalu.

Loading...

Menanggapi hal itu,  Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (PP IPMIL), Asep Saifuddin angkat bicara. Ia menilai jika pemerintah kabupaten (Pemkab) Luwu, khususnya Kecamatan Bajo kecolongan kembali.

“Bukannya memutus mata rantai Covid-19, tapi malah menyambung rantai. Artinya, pemerintah tidak antisipasi,” jelas Asep Saifuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5/2020).

Kalau pun ada perantau yang ingin mudik, lanjut Asep, setidaknya diisolasi dulu atau dikarantina sesuai dengan aturan yang ada.

“Jangan na ada pi kabar dinyatakan positif baru banyak tindakan yang ingin dilakukan, kasihan masyarakat sekitar sangat ketakutan dengan kabar tersebut yang mana ini akan mempengaruhi mental,” ucapnya.

Asep menilai, Pemkab Luwu kurang tanggap dan menganggap remeh wabah corona. Bahkan kurangnya kordinasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pencegahan Covid-19.

“Seharusnya pemerintah intens lakukan koordinasi dan komunikasi ke semua pihak. Percuma itu ada Tim Gugus Pencegahan Covid-19 kalau kecolongan ji,” ucapnya.

Loading...

Kendati demikian, Asep berharap agar masyarakat khususnya kecamatan Bajo tetap selalu waspada bahwa bahaya dari virus ini memang sangat tinggi, tapi jangan sampai adanya bahaya ini berdampak kepada ketakutan yang tinggi juga, dan akan mempengaruhi mental dan fikiran masyarakat.

“Tetap ki waspada dan jangan juga ketakutan yang berlebihan, dau ta mageang bang tapi dau duka ta macapa bang. Tetap ki jalankan aturan kesehatan yang berlaku,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *