Polres Malaka Diduga Tebang Pilih Pelaku Kejahatan

BAGIKAN :

Nkripost, Malaka- Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Malaka diduga tebang pilih dengan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati tertentu dalam Pilkada Malaka Tahun 2020. Hal ini disampaikan Ketua Tim Hukum pasangan calon (Paslon) Simon Nahak dan Kim Taolin (SN-KT), Melkianus Contarius Seran, SH alias Guntur saat ditemui tim media di kediamannya, Jumat (27/11/2020).

Hal ini menurut Guntur, karena selama ini kasus-kasus yang terjadi dalam Pilkada Malaka tahun ini khususnya dalam pelaksanaan tahapan kampanye yang menimpa masyarakat pendukung Paslon SN-KT (Simon Nahak dan Kim Taolin), yang telah dilaporkan di Polres Malaka bagaikan mobil mogok. Tidak ada satu pun dari kasus-kasus itu dituntaskan Polres Malaka. Tebang pilih dalam proses penanganannya.

Guntur menceriterakan kasus-kasus yang sudah dilaporkan di Polres Malaka, termasuk salah satu kliennya wartawan media online gardamalaka.com atas nama Yohanes Seran Bria alias Bojes.

“Kasus yang dilaporkan ke Polres Malaka sampai saat ini belum ada upaya represif dari polres Malaka, malah membiarkan tersangka berkeliaran. Dimana letak keadilannya? apakah penegakan hukum seperti itu? Kita harap Polres Malaka jangan diskriminatif dalam melakukan penegakan hukum di Malaka. Mengapa? asas hukum “equality before the law” setiap orang sama di hadapan hukum sehingga tidak boleh tebang pilih, pungkas Guntur.

“Jujur saja, dari perilaku penegak hukum dalam memberikan kepastian, kemanfaatan, dan keadilan terutama dalam Pilkada Malaka, kita menilai Polres Malaka saat ini diduga memihak salah satu paslon. Karena faktanya kasus yang dilaporkan Paslon lain, respon Polres Malaka cepat sekali. Bahkan masyarakat yang tidak baru mencoba saja langsung ditahan. Sedangkan kita melihat kembali kasus-kasus yang sebelumya kami laporkan, Pelemparan Sis SN-KT di Haitimuk, Penganiayaan di Kobalima Timur, Penganiayaan di Wewiku dan juga terkait pengeroyokan wartawan yang notabenenya saat itu polisi ada di TKP tapi tidak menangkap pelaku (yang saat ini sudah ditetapkan tersangka)”, maka dari itu, kita menduga Polres Malaka sudah ‘main serong’ dengan Paslon lain.” Beber Guntur.

Ferdinandus E. Tahu Maktaen, SH salah satu anggota Tim Hukum Paslon SN-KT ketika dimintai komentarnya membeberkan Polres Malaka diduga “masuk angin” dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
Dalam konteks Pilkada Malaka, perilaku-perilaku yang nampak dari Polres Malaka dalam penegakan hukum bagaikan tajam ke 1 tumpul ke 2.

“Nampak sekali itu. Kita tahu bersama, banyak kasus yang sudah dilaporkan baik pidana khusus maupun pidana umum mati suri”, ketus Ferdi.

Ferdi menambahkan bahwa soal pelimpahan berkas ke polda itu menandakan bahwa Polres yang di pimpin oleh Albert Neno tidak mampu untuk menangani kasus dengan dugaan 351 dan atau 170.

“Ini perkara kecil saja sudah tidak mampu, apa lagi masalah besar”, ucapnya.

Selain itu, menurut Ferdi alasan pelimpahan berkas perkara wartawan itu adalah Malaka dalam situasi pilkada, lalu bagaimana dengan penahan yang terjadi saat ini? Persoalan sama-sama dalam masa pilkada. Kenapa pelakunya dari pihak SBS lambat penanganan, tetapi kenapa kalau dari pihak SN-KT langsung di tangkap dan di tahan? Ini yg menjadi dasar kenapa kami menduga Polres ‘masuk angin’. tutup Ferdi (tim)

Publikasi : 28 November 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami