Pihak Rektorat Unimor Respon Positif Soal Aksi Mahasiswa

BAGIKAN :

NKRIPOST, TTU – Aksi yang di gelar mahasiswa Unimor berujung audiensi guna menyampaikan secara langsung kepada pihak rektorat terkait masalah – masalah yang di angkat mahasiswa sekaligus pihak rektorat merespon tuntutan – tuntutan yang di bawakan mahasiswa.

Pada aksi yang dipimpin langsung ketua BEM Unimor tersebut menyampaikan beberapa tuntutan yang juga dengan penekanan agar segera rektorat menindak lanjuti tuntutan mahasiswa tersebut

BACA: BEM BLM Unimor Gelar Aksi Solidaritas Sikapi segala Bentuk Ketidakadilan di Universitas Timor

Sikapi Segala Bentuk Ketidakadilan di Universitas Timor Bem BLM Unimor gelar aksisolidaritas

Pada audiensi antara mahasiswa bersama pihak rektorat Unimor tersebut, berikut beberapa poin tuntutan mahasiswa pada saat aksi solidaritas yang di sepakati bersama: Yang pertama soal pernyataan diskriminatif dari oknun dosen FIP yang menjabat sebagai PLH Keprodi bahasa inggris, setelah mahasiswa menyampaikan tuntutan tersebut, pihak rektoratpun merespon dengan menyampaikan bahwa terkait itu kami akan segera panggil oknum dosen tersebut untuk kemudian di lanjutkan proses pergantian PLH keprodi bahasa inggris di karenakan beliau sendiri juga telah memintanya untuk di ganti dengan orang lain pada saat rapat pimpinan.

Kemudian pada tuntutan yang kedua mahasiswa menagih janji pihak rektorat soal akan di bangun fasilitas kampus berupa ruangan kuliah sebanyak 20 ruangan pada awal tahun 2020 namun sampai saat ini tidak ada tanda – tanda akan di bangun ruang kuliah tersebut. Pihak rektoratpun menanggapi hal tersebut karena memang sebelumnya BEM BLM Universitas Timor telah melakukan aksi menuntut fasilitas namun hal itu di karenakan pada saat itu setelah tendernya di tayangkan tidak ada perusahaan yang bersedia untuk menanganinya seharusnya ruangan itu sudah di bangun hanya selain tidak adanya perusahaan yang bersedia menangani dan juga waktu itu soal fasilitas sebenarnya sudah dibangun hanya tidak dapat tender masalahnya jangka waktu untuk proyek 2 lantai dengan jumlah 8 ruangan itu hanya 3 bulan jadi tidak ada perusahaan yang bersedia menanganinya. Dan kemudian bangunan besar akan direalisasikan tahun ini jika sudah siap tender dengan jumlah ruangan 30 an lebih hanya waktunya yang belom bisa dipastikan.

Lanjut PLT Rektor mengatakan bahwa “sebenarnya janji waktu itu sudah harus di realisasikan namun karena soal PPK tidak ada yang bersedia, sementara yang di minta PPK harus dari orang dalam, dan terkait dengan bangunan besar tahun ini kita punya peluang dapat karena ada yang sudah bersedia jadi PPK untuk mengurus proyek yang dimaksud tinggal tunggu waktunya semoga sebelum tanggal 16 juni satu gedung sudah harus di bangun sebagai tanda perjuangan kita bersama”.Ujar Plt Rektor.

Kemudian mahasiswa melanjutkannya dengan tuntutan yang berikut soal penilain dosen yang tidak objektif terhadap mahasiswa dan meminta supaya PLT rektor memberitahukan kepada Dekan Dekan dan kemudian Dekan – Dekan menyampaikan kepada dosen – dosen agar tidak melakukan hal itu lagi. saat itu juga hadir juga dekan Fisipol dan dekan FIP dan langsung menanggapi tuntutan dari mahasiswa, dikatakan pihaknya akan menyampaikan dengan tegas terhadap dosen – dosen supaya tidak memilih – milih dalam memberikan nilai kepada mahasiswa, Profesionalisme harus di utamakan tutup dekan Fisipol Elpius Palembang.

Berikut ke tuntutan mahasisiwa terkait pungutan biaya Rp 2500/ mahasiswa saat registrasi semester tahun akademik 2019/2020, dan kebetulan forum audiens itu hadir juga Kepala Bank Mandiri TTU dan sala satu karyawan Bank Mandiri yang hadir untuk menjelaskan soal pungutan yang di maksud, Pihaknya mengatakan soal biaya itu bukan pungutan tapi itu untuk biaya administrasi bukan juga biaya tambahan tapi itu sebagai biaya administrasi yang di atur di bank mandiri dan hal itupun untuk meningkatkan pendapatan bank mandiri. Kita selaku informasikan ke Unimor soal urusan mahasiswa dengan Bank Mandiri dan hal ini di terima oleh para demonstran karena dari pihak Bank Mandiri sudah menjelaskan secara keseluruhan termasuk mekanisme yang ada di Bank bahkan untuk semua Bank di seluruh Indonesia.

Dan akhir dari penjelasan itu kepala Bank Mandiri TTU menyampaikan bahwa untuk registrasi di bank mandiri bisa di lakukan secara online jadi saat registrasi bisa dari rumah atau tempat tinggal yang penting sertakan nama, NPM dan Jumlah UKT yang jelas, tutupnya.

Terakhir dari audiensi itu di tutupi dengan harapan besar dari Ketua BEM Universitas Timor (Unimor), “Besar harapan saya mewakili seluruh mahasiswa Universitas Timor sebagai pimpinan kelembagaan mahasiswa sangat berharap agar apa yang sudah di sampaikan bisa di tindak lanjuti bukan hanya sekedar beretorika tapi nihil implementasinya. saya sangat berharap supaya pihak rektorat sesegera mungkin menindaklanjuti tuntutan tuntan aksi mahasiswa lebih khususnya terkait fasilitas, karena keefektifan suasana belajar mahasiswa bisa di ukur dari fasilitas yang memadai. Bayangkan 1 ruangan menampung sampai 50 an mahasiswa hal itu sangat mengganggu konsentrasi belajar mahasiswa, maka dari itu saya atas nama pimpinan mahasiswa berharap supaya apa yang di ucapkan seiring dengan tindakan karena kami tetap pada komitmen bahwa kami akan datang lagi jika semua yang di janjikan tidak di tindak lanjuti. Tutup ketua BEM Unimor.

Diketahui sebelumnya saat melakukan aksi, beberapa pernyataan sikap Mahasiswa pada Aksi Solidaritas tersebut sebagai berikut :

Mendesak PLT Rektor Universitas Timor untuk secepatnya mencopot oknum dosen Elsa Kristianti., S.Psi.M.A dari jabatan PLH Keprodi Bahasa Inggris dan Jabatanya sebagai Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Pendidikan.

Mendesak PLT Rektor Universitas Timor untuk memberitahukan kepada ke-4 Dekan di fakultas masing masing agar bisa menghimbau kepada semua dosen agar dapat memberi penilain yang objective terhadap mahasiswa bukan dari faktor kedekatan,tapi secara prosesional.
Mengecam dengan keras pihak Universitas Timor untuk segera buat kesepakatan bersama dengan BEM BLM Universitas Timor sebagai Pimpinan Kelembagaan Mahasiswa terkait rencana pembangunan Gedung 20 ruangan tahun ini.

Mendesak PLT Rektor Universitas Timor untuk segera dbuatkanya aturan universitas tentang dosen dosen Universitas Timor sesuai dengan UU no 14 tahu 2005 tentang Guru dan Dosen yang tercantum pada pasal 1 ayat 2 dan pada pasal 60

Mendesak Pihak Universitas Timor untuk secepatya menindak lanjuti masalah pungutan biaya Rp 2500 pada saat registrasi semester ganjil tahun akademik 2019/2020.(**)

Publikasi : 13 Februari 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami