Pesan Tenaga Medis Terpapar Positif Corona: Penyakit Yang Dideritanya Bukanlah Sebuah Aib

Jenny Martinus

CORPSNEWS,  SUMBAR – Jenny Martinus begitu tegar menghadapi cobaan yang kini menimpanya. Perempuan 29 tahun ini merupakan Pasien Positif Corona (covid-19) pertama yang diumumkan dari klaster Pegambiran di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Klaster Pegambiran merupakan salah satu wilayah transmisi lokal penyebaran virus corona terbanyak, setelah Pasar Raya Padang. Jenny merupakan satu dari empat tenaga kesehatan di Puskesmas Pegambiran yang terpapar Virus pandemi yang mematikan tersebut.

Loading...

Minggu (26/4/), Jenny dengan senang hati meluangkan waktunya untuk bercerita banyak bersama Corpsnews.Com  melalui sambungan mesengger. Dari balik ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, volunteer Puskesmas Pegambiran itu tidak mempermasalahkan identitas dirinya ditulis.

Baginya, penyakit yang dideritanya bukanlah sebuah aib yang mesti disembunyikan. Meski begitu banyak masyarakat yang menganggap dirinya pelaku penyebar virus di wilayah Pegambiran. Padahal, semua itu tidak benar, Jenny hanya korban dari ketidak jujuran orang yang diduga terpapar virus corona.

BACA: Jenny Martinus wanita tangguh melawan corona penyakit yang dideritanya bukanlah sebuah aib

Jenny satu dari sekian petugas sebagai Penanggungjawab (PJ) covid-19 di Puskesmas Pegambiran. Dia menjalankan tugas berkoordinasi dengan unsur RT/RW, kelurahan hingga kecamatan untuk memantau orang yang berstatus pelaku perjalanan dari area terjangkit.

Tak jarang, Jenny juga kontak langsung dengan masyarakat berstatus orang dalam pemantauan (ODP) corona. Di sinilah, awal dugaan ia tertular virus corona. Tak hanya dirinya, tapi juga menular ke suami yang juga merupakan karyawan di Puskesmas Pegambiran.saat ini, Jenny harus berpisah ruang dengan suami yang ikut diisolasi di Semen Padang Hospital (SPH). Hanya melalui sambungan video call, untuk pelepas rindu dengan orang tercinta yang sama-sama berjuang melawan covid-19. Kondisi Jenny saat ini dalam kondisi membaik, hanya saja masih mengalami batuk ringan, ia pun telah melewati fase terberat. Begitupun untuk suaminya, yang selalu bersama-sama memberikan dukungan untuk melawan penyakit itu. 

“Sudah lebih baik, hanya batuk lagi. Sesak nafas tidak ada, fase berat sudah lewat, sekarang tinggal gejala hanya batuk. Demam enggak pernah selama di sini,” katanya mengawali perbincangan.

Loading...

Jenny dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada tanggal 15 April 2020. Ia telah melewati 11 hari di ruangan isolasi khusus covid-19. Tak banyak yang bisa ia lakukan di ruang itu, sendiri tanpa ada yang menemani.

Pintu kaca keluar masuk paramedis, menjadikan pengobat bosan yang ia istilahkan sebagai televisi. Sebab, dari pandangan ke arah pintu itu, ia melihat begitu jelas Paramedis lalu lalang lengkap dengan memakai alat pelindung diri (APD).

“Semangat kak Jen, semangat,” begitu paramedis menyapanya sembari melambaikan tangan di luar pintu kaca, ceritanya.

Ketika penyakit itu mulai menyerang, Jenny memilih melangkahkan kaki untuk beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Ia bergegas mengambil wudhu dan kemudian melaksanakan shalat.

Shalat dan shalat disertai doa, itulah sebagai obat untuk penenang diri serta upaya meningkatkan imun tubuhnya. Dengan shalat, Jenny mampu melawan penyakit corona yang tanpa melihat waktu menyerang tubuhnya itu.

“Tenangkan hati, bayangkan yang indah dan berpikir apabila saya sembuh, saya bisa berkumpul kembali. Saya ingin bekerja lagi, walaupun nanti saya sembuh, saya ingin berjuang kembali untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” katanya.

“Walau saya terjangkit, lalu kemudian sembuh, saya tetap akan terjun ke lapangan. Saya tidak akan mundur, karena saya sudah disumpah profesi untuk melayani masyarakat, meskipun nyawa taruhannya. Ini pegangan saya, dan saya kangen bekerja kembali,” sambungannya dengan terisak tangis.

Kini Jenny terus berjuang untuk melawan virus. Meskipun hasil pemeriksaan swab untuk ketiga kalinya dirinya masih dinyatakan positif. Namun ia selalu berdoa agar pemeriksaan swab dua terkahir bisa dinyatakan negatif, sehingga baru dikatakan sembuh.

Jenny menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Padang dan Sumbar umumnya. Ia meminta warga agar mematuhi seluruh aturan pemerintah, jika tidak ingin seperti dirinya.

Begitupun, bagi masyarakat apabila ada sanak saudara yang pulang dari area terjangkit, bersikaplah jujur. Sehingga petugas kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan arahan protokol isolasi mandiri.

Menurutnya, penyebaran Virus corona yang terus menjadi-jadi akibat ketidakjujuran. Padahal, penyakit ini bukan aib yang harus disembunyikan, melainkan arus dilawan bersama-sama.

“Sekali lagi, saya minta bagi masyarakat, tidak ada gunanya berkeliaran di luar apabila tidak ingin menjadi korban. Percayalah, kalau sudah sakit, apa yang kita cari selama ini, jabatan selama ini tidak ada artinya,” pesannya.

Untuk para pasien yang terpapar, Jenny meminta untuk tidak meratapi penyakit. Cobalah tetap semangat dan mendekati diri kepada Yang Maha Kuasa.Imbuhnya (P)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *