Percuma Terbuka Urusan Covid Namun Tertutup Urusan Anggaran, Tidak Tahu Dananya Raib Kemana?

NKRIPOST.COM, JEPARA – Juru Bicara Muh Ali S.Kep, M.Mkes Selasa (8/12-2020) malam Satgas Penangan Covid-19, 56 orang warga Jepara terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan pemeriksaan laborat hari ini. Dengan demikian total warga Jepara terkonfirmasi Covid-19 mencapai 2.984 orang.

Pada portal resmi Satgas Covid-19 dijelaskan, dari jumlah tersebut 217 orang meninggal dunia atau 7,2 %, sebanyak 2.150 orang atau 72,05 % sembuh dan 617 orang atau 20,08 % orang masih dalam status positif. Dari jumlah tersebut 153 orang dirawat dirumah sakit yang terdiri luar daerah 68 orang dan dalam daerah 97 orang.

Sementara itu karena kinerjanya terus menurun sejak memasuki minggu ke III bulan November pada seluruh indikator kesehatan masyarakat yang digunakan mengukur tingkat resiko Covid-19, Jepara kini telah berada dipinggiran zona merah. Jika tidak ada perbaikan langkah, maka diperkirakan minggu depan Jepara akan masuk zona merah.

“Jepara saat ini berada di zona oranye dengan nilai 1.82. Sedangkan zona merah berdasarkan pedoman yang berlaku nilainya 0- 1,80. Hanya selisih nilai 0,02.,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19, Muh Ali

Berdasarkan catatan NKRIPOST.COM, penurunan tajam terjadi dalam dua minggu terakhir ini, baik indikator epidemiologi yang memiliki 10 perameter penilaian, indikator surveilans kesehatan masyarakat 2 parameter penilaian dan hingga indikator pelayanan kesehatan yang mencakup 2 parameter penilaian. Angka kematian, positif rate, fasilitas kesehatanyang tidak dapat lagi menampung pasien hingga jumlah pasien yang terkonfirmasi jumlahnya masih saja tinggi.

Padahal Jepara sejak 9 Agustus lalu telah masuk pada zona orange dan bahkan pada bulan Oktober penah mendekati zona kuning hingga dilakukan pelonggaran kegiatan masyarakat melalui Perbub 52 tahun2020 Namun kemudian tidak disertai dengan protokol kesehatan yang ketat dan bahkan terkesan diabaikan. untuk menangani penyebaran virus korona yang oleh Presiden dinyatakan sebagai bencana nasional. “Kuncinya adalah 3 T dan 3 M yang harus dilakukan bersama-sama,” ujanya

Loading...

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Jepara, Edy Sujatmiko S.Sos, MM, MH yang dikonfirmasi NKRIPOST.COM membenarkan bahwa Jepara semakin mendekati zona merah. “Tadi kami telah melakukan rapat untuk mengimplementasikan rekomendasi rakor Covid-19,” ujarnya

Namun terlepas dari itu harapan kami masyarakat dapat bersama-sama ambil bagian dalam menangani penyebaran covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan, tambahnya. “Pelonggaran kegiatan masyarakat hendaknya dipahami secara sungguh-sungguh. Sebab disana ada persyaratan yang harus ditaati bersama, yaitu disiplin melaksanakan protokol kssehatan,” ujarnya.

Hari ini Jepara terkapar covid-56 orang Terinfeksi Covid’-29.

Loading...

Saran kepada tim satgas covid-19 Jepara menyikapi semakin tingginya peningkatan penyebaran covid-19 di jepara. Mohon dapatnya Bupati Jepara menggerakan semua elemen mulai tokoh tomas ormas yg punya jaringan umat/atao masa sampai ke tingkat desa kususnya jajaran pengurus NU dan muhamadiyah yang nyata punya basis umat atau masa di undang diajak berundig bersama mencari solusi tentang penanganan covid-19 biar efektif dan tidak menghambur-hamburkan anggaran dan ini biayanya murah. Kalau Bupati kebalai Desa dengan orang yang tidak punya kopenten dan tidak faham tetang kesehatan untuk apa?

Kunjung Bupati mengajak Sholeh Choiron, Mashuri dan Lilik ke Desa-desa apa manfaatnya untuk Rakyat Jepara saat ini? Hanya untuk menghabiskan anggaran saja. Cobalah Bupati Memanfaatkan corong masjid dan musholla seluruh yg ada di plosok jepara untuk menyampaikan kabar jepara terkini tentang covid-19.dan ajak masyarakat untuk bergegas mengantisipasi pentingnya menjaga 3M lewat sepeker madjid dan mushola serentak di setiap waktu setiap hari mereka juru bicara di bawain list catatan2 penting yang ringkas yg mudah di pahami hal itu di lakukan terus menerus bisa sehari semalam 5 kali menjelang andzan dan sholat jamaah akan lebih efektif dan langsung di dengar masyarakat daripada mengajak tokoh yang tidak jelad.

Karena sosialisasi lewat pol pp dan sepandug tdk efektif sm sekali justru menghabiskan anggaran banyak.kalau hal ini di lakukan saya yakin masyarakat cukup paham dan akan bisa mengurangi pencegahan covid-19 karena yang saya amati orang yang di ajak keliling sosialisasi covid-19 di setiap Kecamatan itu tidak melibatkan tim covid dan orang2 yang di ajak sebagai tim sosialisasi justru orang-orang yang tidak punya jaringan umat ini justru menimbulkan hal yang tidak baik. kalau tidak segera terlepas dari covid kita akan capek dan menghabiskan anggaran sehingga pemulihan ekonomi terganggu

NKRIPOST.COM – Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *