Penutup TPA Gemulung oleh Pemda Jepara Tidak Mempunyai Dasar hukum Yang Kuat

TPA Gemulung

NKRIPOST.COM, JEPARA – Jum’at 25/12/2020. Pemerintah daerah wajib menjamin pengelolaan sampah dengan baik. Jangan sampai ada konflik dengan warga. Bisa-bisa malah digugat warga lewat class action.

Jika pemda anginan-anginan alias tak serius, bisa-bisa digugat oleh perwakilan warga atau class action. Adanya klausul hak gugat warga ini

Sampah hingga kini masih menimbun dan terus menimbulkan masalah bagi warga. Alih-alih mencegah penumpukan sampah, masyarakat acap berkonflik dengan pihak pemda.

Karena apa? Karena Pemda menutup TPA tanpa koordinasi yang jelas kepada warga contoh : Pengajuan Penutupan TPA di desa Gemulung itu dulu di tolak oleh DPR karena TPA pengganti yang baru itu belum dibuatkan penggantinya. Warga pun kaget dan tidak mengerti jalan pikiran dinas lingkungan hidup pakai logika apa mereka bertindak seperti itu.

TPA pengganti baru belum ada mengapa pemda berani bertindak nekat dan ngotot di tutup padahal putusan DPR tidak membolehkan
Ini ada apa ? Luar biasa dinas lingkungan hidup ini.

Banyak tatakelola kebijakan Pemda Jepara bermasalah untuk itu perlu mendapatkan perhatian kita semua dan ketika ada masalah baru pasti itu ada hubunganya dengan kebijakan yang merugikan rakyat.

Loading...

LH dulu pernah mengajukan penutupan TPA ke DPR namun ditolak karena TPA pengganti yg baru belum di buatkan, tapi LH nekat di tutup jadi jelas dan perlu kita investigasi ada apa dibalik ini semua biar LH tidak sewenang – wenang rakyat dirugikan. Karena TPA dibangum itu perlu danq Milyaran Rupiah.

Kabiro NKRIPOST.COM Melakukan investigasi lapangan ke TPA Gemuling, sebenarnya TPA ada disitu itu sudah melalui kajian dan penelitian dan tidak ada masalah. Namun dari beberapa sumber yang tidak disebut namanya mengatakan bahwa tanah TPA Gemulung dibeli oleh PT. HWI. Tapi HWI membelinya tanah dengan siapa, masih tanda tanya.

Setelah Kabiro NkriPost terjun langsung kelapangan, indikator jualbeli ranah TPA tersenut sudah berjalan cukup lama. Mengingat ada orang kepercayaan Penguasa yang disuruh mencari tanah pengganti, dibelikan di Desa Pancur, namun LH tidak setuju. Selanjut Sang Penguasa ingin diganti dengan tanah negara di desa Sengonbugel namun belum terealisasi.

Loading...

Melihat kondisi dilapangan posisi pt. HWI dan TPA bersebelah dan pt. HWI ingin mengembangkan atau memperluas Gudang usahanya, maka dapat disimpulkan telah terjadi Ruidlag Conspirasy.

Penutupan TPA Gemulung menunjukan betapa carut marutnya Tata Kelola sampah di kabupaten jepara. penutupan TPA Gemulung tampa alasan yang jelas menimbulkan kecurigaan masyarakat “spikulasi” negatife ke Pemkab Jepara ada apa semua ini?

Isseu yang berkembang lahan TPA Gemulung akan digunakan swasta yaitu pt. HWI disampingnya. REGULASI / UU / PERDA / PERBUB. Apa membolekannya..??. Kenapa Pemkab jepara kok benar-benar Carut Marut seperti ini !!! Negara sangat dirugikan dari sisi aset, Kemanfaatan, biaya dampak oprasional pembuangan sampah yang sangat jauh yaitu terpaksa ke TPA Bandengan. Oleh karena itu mari masyarakat jepara ikut megawasi Konspirasi ini .

NKRIPOST – Purnomo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *