Penolakan Pemakaman Protap Covid-19 di Jepara

Pemakaman Protap Covid-19

NKRIPOST.COM – JEPARA – Seorang warga  disebuah desa di  Wilayah Kecamatan Welahan yang meninggal dengan status positif Covid-19 keluarganya menolak pemakaman protokol Covid-19. Namun setelah diedukasi akhirnya  mengijinkan.

Satgas Penanganan Covid-19 tidak bersikap tegas dalam melakukan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka penolakan pemakaman protokol Covid-19 di Jepara akan terus terjadi. Pemulasaraan keluarga potensial menjadi sumber penularan virus corona ditengah-tengah keluarga seperti yang selama ini terjadi.

Angka kematian karena covid-19 di Jepara terus meningkat. Kamis 24/12/2020 kemarin terjadi 9 kematian baik dalam status Covid-19 maupun probable.

Satgas penanganan covid-19, Jepara gagal mengedukasi keluarga. Akhirnya pemulasaraan dilakukan oleh keluarga dengan bimbingan modin secara daring. Seorang warga di Wilayah Kecamatan Jepara bernama Ny S  juga dilaporkan meninggal dengan status positif. langsung dilakukan pemulasaraan oleh keluarganya.

Demikian di wilayah Kecamatan Bangsri. Seorang nenek berinisial S dalam status probable meninggal dimakamkan oleh keluarga dengan tidak menggunakan protokol pemakaman Covdi-19. Penolakan pemakaman juga terjadi di sebuah Desa di Kecamatan Pakis Aji yang meninggal saat dirawat di RS PKU Muhamadiyah

Loading...

Hal yang sama juga terjadi di sebuah kelurahan di Kecamatan Jepara. Seorang pasien bernama K, meninggal dengan status probable Covid-19 saat dirawat disebuah rumah sakit di Jepara 21/12-2020. Namun keluarga menolak pamakaman protokol Covid-19 kendati Satgas Desa dan Kecamatan telah mencoba memberikan edukasi.

Malam harinya hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa K, positif terkonfirmasi Covid-19. Akibatnya seluruh keluarga yang terlibat prosesi pemularasaan jenazah dilakukan penelusuran kontak erat dan dilakukan penyemprotan rumah almarhum.

NKRIPOST. Ponco S / Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *