Pengurus pusat gerakan mahasiswa ekonomi Indonesia menolak Pilkada serentak di Indonesia

Albar

Jakarta, 10 September 2020. Albar selaku ketua umum pengurus pusat gerakan mahasiswa ekonomi Indonesia menolak dengan tegas pelaksanaan Pilkada tahun 2020.

Jika tahun ini dipaksakan untuk pelaksanaan Pilkada serentak di Indonesia maka akan banyak menelan korban seperti petugas PPS ganti PPK, kita melihat tahun 2019 paskah pilpres dan pemilihan legislatif itu banyak menelan korban atau yang meninggal petugas PPS dan PPK.

Di situasi saat ini dalam kondisi pandemi covid 19 seharusnya pemerintah fokus untuk pencegahan covid-19 bukan malah untuk melaksanakan Pilkada serentak di Indonesia apakah pemerintah tidak mencintai rakyatnya atau pemerintah hanya memikirkan diri sendiri. Albar

Albar selaku ketua umum gerakan mahasiswa ekonomi Indonesia menolak keras pelaksanaan Pilkada karena hanya memakan korban banyak dalam kondisi pandemi covid 19. Tegas Albar

Albar menuntut “pemerintah tunda pilkada serentak di Indonesia dalam kondisi pandemi Covid 19 apa pun alasannya pemerintah harus jelih melihat situasi saat ini”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *