NKRI POST.

Berita Seputar NKRI

Pengelolaan Dana Desa Haumeni, Banyak Warna – Warni

SHARE ya:

Kantor Desa Haumeni tanpa penghuni

NKRIPOST, TTS/NTT, AMANATUN – Bantuan Perumahan yang bersumber dari dana desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan Kecamatan Nunkolo Desa Haumeni ternyata rumitnya yang dirasakan oleh masyrakat.

Pengakuan sejumlah Warga bahwa pertemuan Awal dengan Pihak Pemerintah Desa Haumeni bahwa terima Kunci. Namun dalam perjalanan hanya diberikan 40 lembar seng, pasir 2 ret, Semen 15 Sack dan paku 5 kilo gram sedangkan kayu kami tanggung sendiri dari, Pihak desa cuman tanggung biaya Sensor saja pak, sedangkan batako juga tidak ada informasi yang pasti.


Yerimias Tamonob. Warga yang dapat perumahan.

Yerimias Tamonob adalah salah satu warga yang juga dapat bantuan rumah mangaku bahwa, pekerjaan ini kami tidak tahu di tender atau swakelola karena kami juga tidak perna tahu kalau kami yang dapat bantuan ini. Sedangkan Biaya tukang juga dari TPK mereka serahkan Rp. 4.000.000. Batu Hutan juga kami yang tanggung sendiri.

Hal ini disampaikan pada tanggal 11/01/2020 di rumah warga Desa Haumeni Kecamatan Nunkolo Kabupaten TTS.

Loading...

Tambah lagi oleh Ferdi Tamonob warga Desa Haumeni bahwa, daun pintu dan jendela juga kami belum tahu, apakah kami yang tanggung atau Pemerintah Desa, karena sudah habis tahun 2019 dan masuk tahun 2020 juga pihak TPK tak kunjung untuk melihat perumahan ini.

Nimrot Tamonob Ketua RT 10 Desa Haumeni merasa tidak puas, karena anggaran Tahun 2019 tetapi pekerjaannya tidak tuntas sampai tahun 2020 ini. Saya sebagai aparat desa tahu bahwa pagu anggaran berjumlah Rp. 20.000.000 namun informasi yang kami peroleh bahwa ada pemotongan tiap rumah Rp. 2.000.000. Alasan terjadi pemotongan 2 juta itu untuk apa juga kami tidak tahu” jelas Ketua RT.

Membangun masyarakat itu harus dengan hati yang tulus dan iklas dan lebih bagus bukan membangun hewan jadi asal-asalan saja, kerja tanpa informasi yang pasti tentunya membuat masyarakat bertanya-tanya, ada apa di balik ini?” Tegas Nimrot Ketua RT 10.



Perumahan (A) yang di bangun

Lanjut Nimrot, yang kami butuhkan adalah penjelasan pertahap seperti gali fondasi biaya berapa, batako harga berapa dinding harga berapa dan seng juga harga berapa karena Rp. 100 ribu bahkan Rp. 50 ribu juga ada harganya (jangan sampai Kepala Desa dong main ko dong makan) jangan sampai Kepala Desa main untuk dapat keuntungan dirinya sendiri”kata Nimrot.

Kita disini butuh orang yang netral, jujur dan transparan demi kemajuan daera ini itu butuh keterbukaan kenapa harus ada tutup-tutupi seperti ini, menurut hemat kami korupsi terjadi di desa. Kalau begini terus Seribu tahunpun desa tidak akan maju, kenapa demikian karena Pemerintah Pusat memberikan Dana Rp. 10.000.000 (sepuluh juta) kepada masyarakat tetapi  sampai di sasaran cuman Rp. 1.000. 000 (satu juta). tentunya masyarakat marah dan protes” jelas Ketua RT 10.

Harapan Kami sebagai Masyarakat, Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) harus di hapuskan dari desa sesuai Perintah Presiden Republik Indonesia Jokowidodo.

Disisi lain penjelasan dari Bapak Nikson juga salah satu warga yang dapat bantuan rumah menyampaikan kepada media ini bahwa, saya bukan lapor tetapi saya memperoleh Paku 4 kg terdiri dari paku 10, 7 dan paku seng sedangkan pasir 2 ret dan seng 40 lembat,  jadi uang untuk biaya tukan Rp. 4.000. 000 (empat juta) kalau kayu kami yang tanggung pihak desa cuman tanggung biaya sensor saja, sedangkan batu hutanpun kami yang usahakan. Soal dana kami tidak perna diberitahu karena rapatpun kami tidak perna dilibatkan” jelas Nikson.


Perumahan (B) yang di bangun

Disisi lain, Kepala Desa Haumeni Sem Otu mengaku bahwa dana tahap tiga masih tersendat karena pemilik rumah itu sibuk jadi belum selesaikan bangunan itu, jadi kami bilang dinding dulu tetapi kenyataannya yang lain sudah yang lain belum. Jadi semua dinding belum maka tahapan pintu juga belum. Tahapan kerja tinggal pintu saja, sesuai dengan RAP seng 40 lembar jadi masyarakat menambah 6 lembar untuk memenuhi sedangkan paku, seng, seng licin, kayu ditanggung semua oleh TPK.

Bahan terdiri dari Seng, kayu usuk, balok, reger tiang, paku seng paku 10 paku 7 seng licin, pintu dan jendela. Soal RAP itu ada di TPK. Namun media ini ke Rumah TPK alasannya di Kebun, pada pagi harinya media ini kembali lagi sesuai Informasi bahwa ada rapat di Kantor Desa, wartawan bergegas ke Kantor Desa Ternya Kantor Desa Kosong Tanpa penhuni, lalu mencari informasi lagi soal keberadaan Ketua TPK bahwa ada di Pasar, wartawan ke pasar tetapi masih dengan nasip yang sama tidak sempat bertemu TPK sampai berita ini diturunka sebelum melihat RAP anggaran.


Kepala Desa Haumeni Sem Otu

Kepala Desa Haumeni menbantah informasi dari masyarakat bahwa kayu itu ditanggung oleh Pemerintah Desa dan sampai bertanya pada wartawan bahwa siapa yang sampaikan informasi itu dan Kades Haumeni mengatakan bahwa informasi bohong. “Saya bayar semua kepada pengadaan kayu itu.

Pekerjaan belum selesai karena masyarakat yang tidak bereaksi untuk penyelesaiaan. ” Dan yang horo-horo kayu itu kita bayar uang dari mana

Sedangkan Ongkos kerja atau tukang Rp. 5.000. 000. (Lima juta rupiah)  sesuai informasi yang disampaikan oleh Sem Otu Kades Haumeni itu. Namun wartawan bertanya lanjut kenapa sehingga biaya tukang yang diperoleh cuman Rp. 4. 000.000 (empat juta rupiah) sesuai informasi di lapangan.

Loading...

Sem menyampaikan bahwa, sesuai dengan RAP Rp. 5.000.000 tetapi mengingat TPK dan pajak sehingga kami potong Rp.1.000.000. Untuk membayar TPK, Dan jelasnya seperti itu Bapak dan kami sudah melakukan sosialisasi kepada semua yang mendapatkan perumahan itu bahwa kita punya anak-anak TPK harus dapat bagian dari 20 juta lebih itu untuk mereka punya biaya Operasional karena tiap hari mereka pantau kita. Mereka hanya dapat 2 juta lebih per rumah

“Karena mereka hanya dapat bagian 3% dari total dana itu sehingga bagi untuk 5 orang tidak cukup sehingga kami pangkas lagi sesuai itu” terjadi pemangkasan dana perumahan atas alasan ini sesuai pengakuan Kepala Desa Haumeni.

Sesuai pantauaan media ini 2 hari dilapangan bahwa, Pengakuan Kepala Desa Haumeni bahwa Pekerjaan lagi Pintu saja, tetapi hasil berbedah dilapangan yang disampaikan langsung oleh Kepala Desa itu.

Sampai berita ini diturunkan tidak berkoordinasi dengan Kepala Dinas PMD Karena wartawan ke Kantor pada hari Selasa 13/01/2020. Sesuai informasi bahwa Kepala Dinas ada di Amanatun Selatan Bersama Bupati TTS. Komunikasi WhatssApp pun tidak di balas, telfonpun terputus, hingga berita ini ditayang.(**)

NKRIPOST NTT – Y TAMONOB

SHARE ya:
Loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...
error: Content is protected !!