Pengacara Ini Di Polisikan Atas Dugaan Melakukan Penghinaan Ringan Melalui Medsos

Nkripost, Kupang – Gegara mengeluarkan kalimat yang tidak senonoh alias kata kotor lewat media sosial (Chat mesengger) terhadap staf Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT RNJ, seorang pengacara di Kupang bersinial NDC di polisikan.

Hal ini terbukti berdasarkan laporan polisi dengan Nomor: LP/B/1092/X/2020/SPKT RESOR KUPANG KOTA, NTT tertanggal 27 Oktober 2020 atas peristiwa pidana penghinaan ringan.

Menurut RNJ, hal ini berawal dari NDC melakukan komunikasi chat lewat facebook mesengger (Inbox) dengan mengirim emot lelucon (Tertawa) terhadap pelapor, lalu RNJ menanyakan hal apa yang menjadikan bahan tertawa.

“Si terlapor NDC tiba-tiba inbox dengan emot katawa, lalu saya tanyakan maksud bagaimana? Dia NDC tidak jawab dengan sopan apa maksudnya, dia bahkan ajak bertemu untuk berkelahi. Bahkan dia terlapor mau cari saya di rumah.” Terang RNJ.  

Selain itu, terlapor NDC juga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di keluarkan alias kata kotor (maki-maki).

“Dia ini mengeluarkan kata- kata kotor terhadap saya, bahkan orang tua dan leluhur saya pun dibawa- bawa” Kata RNJ

Loading...

Fakta lain yang lebih fatal lagi, NDC bahkan menantang RNJ untuk membuat laporan polisi

“Banci cepat pi lapor su” Kata NDC dalam pesan singkat lewat inbox

Karena merasa dilecehkan bahkan dihina, RNJ lalu mengambil langkah melaporkan NDC ke Kepolisian untuk meminta pertanggung jawaban hukum

Loading...

“Saya merasa dihina dan dilecehkan, makanya saya laporkan NDC kepada pihak yang berwajib untuk meminta pertanggung jawaban secara hukum.” Terang RNJ  

Sementara itu, Ketua LBH Surya NTT dan juga anggota Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) serta advokat senior dimana telah beracara kurang lebih 20 tahun  E Nita Juwita SH.,MH saat dimintai tanggapanya mengatakan persoalan ini sudah diserahkan ke aparat kepolisian untuk ditindak lanjuti agar perbuatan NDC dipertanggung jawabkan secara hukum.

“Kita serahkan kasus ini kepada kepolisian untuk ditindak lanjuti sesuai prosedur hukum karena kita ini hidup dalam negara hukum. Untuk itu kita akan minta pertanggung jawaban hukum kepada terlapor.” Ungkap Advokat Senior ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *