Pendeta Saifuddin Sentil Keras Jenderal Napoleon, Isinya Telak

Pendeta Saifuddin Sentil Keras Jenderal Napoleon, Isinya Telak

22 September 2021 0 By Tim Redaksi

PENDETA Saifuddin Ibrahim menyoroti isi surat terbuka Irjen Napoleon Bonaparte yang beredar.

Inti isi surat itu merupakan pengakuan dan alasan Irjen Napoleon Bonaparte usai melakukan penganiayaan Muhammad Kace di dalam rumah tahanan Bareskrim Polri.

Dia menilai pengakuan dan alasan Irjen Napoleon justru telah merusak citra NKRI yang selama ini telah dibangun.

Loading...

“Kalau dia mengatakan saya boleh disakiti, tetapi jangan nabi saya dan agama saya dan jangan Allah saya yang dihina. Ini sangat merusak citra NKRI yang mau kita bangun sebagai negara yang saling mengasihi dan mencintai,” ujar Saifuddin dalam keterangannya, Senin (20/9/2021) kemarin.

Lebih lanjut, dirinya sangat menyayangkan insiden penganiayaan tersebut terjadi, mengingat keduanya sama-sama berada di dalam tahanan Bareskrim Polri.

“Dia (Napoleon, red) sudah ada di tahanan Polri. Dia enggak berhak untuk menyiksa siapa pun, dia harus tunduk pada hukum, dia harus taat pada hukum. Itu namanya jenderal mental kopral,” tutur Pendeta Saifuddin.

Sebelumnya, surat terbuka itu diketahui tersebar di kalangan wartawan dan sudah ditandatangani langsung oleh Irjen Napoleon Bonaparte alias Napo Barta.

Hal ini turut dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Gunawan Raka.

Dalam surat terbukanya, Irjen Napoleon menjelaskan motif utamanya melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kace.

Napoleon yang merupakan tersangka suap terkait red notice Djoko Tjandra itu merasa perlu membela agamanya sebagai seorang muslim.

Sebagai informasi tambahan, Muhammad Kace kini telah melaporkan Irjen Napoleon Bonaparte ke Bareskrim Polri atas tindakan penganiayaan.

Laporan tersebut tertuang dalam LP Nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim.

Polri tanggal 26 Agustus 2021 dengan atas nama pelapor Muhammad Kosman atau Muhammad Kace.

Napoleon menganiaya Kace di Rutan Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021 lalu.

(NKRIPOST/jpnn)