Penderitaan Warga Kereana di Malaka Butuh Kemerdekaan

Nkripost, Malaka- Lima tahun pasca pemekaran Kabupaten Malaka, warga Desa Kereana Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka masih menderita. Penderitaan warga Kereana membutuhkan kemerdekaan.

Tokoh masyarakat Desa Kereana, Frans Nurak dalam kata penyambutan saat kampanye pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH berpasangan dengan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT di Tualaran Dusun Lanain Desa Kereana, Kamis (22/10/20) mengatakan warga Desa Kereana masih menderita karena kesulitan air bersih, listrik dan jalan sejak lima tahun lalu hingga saat ini.

Loading...

Bicara soal pembangunan, Warga Desa Kereana mengenang jasa almarhum mantan Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus. Semasa menjabat, Bapak Ludo demikian akrab disapa membangun Desa Kereana. Upaya dan terobosan pembangunan dilakukan termasuk menyediakan lahan pemukiman bagi warga Manufahi, warga baru eks Timor Leste.

Saat ini sudah menjadi dusun tersendiri, yakni Dusun Benai. Namun, kalah politik di Pilkada Malaka 2015, warga Desa Kereana dibiarkan dan tidak diperhatikan dalam pembangunan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Malaka, Marianus Fatin dalam orasi politiknya mengatakan kesulitan hidup karena air bersih, listrik dan jalan menandakan warga Kereana belum merasakan kemerdekaan.

Sehingga, kata Marianus warga Kereana sangat membutuhkan kemerdekaan. Warga Kereana harus dimerdekakan dari situasi penderitaan akan kesulitan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut.

PSI mengusung Paket SN-KT karena mampu menciptakan perubahan dalam masyarakat. Jangan ragu dengan SN-KT, karena sosok pemimpin yang mampu membuka hati dan mendengar keluhan masyarakat untuk memberi solusi. PSI yakin pembangunan di bawah kepemimpinan SN-KT dapat berjalan karena berkoalisi dengan rakyat. (Km- tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *