Penanganan Pemulasaran Covid-19 Di Tinggi Raja Asahan

Video Rakor Penanganan Covid-19 Tentang Pemulasaran Di Kecamatan Tinggi Raja.

Nkripost, Asahan – Kalau kita berbicara tentang covid-19 penyakit ini merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh virus corona,yang kita ketahui saat ini ada lonjakan untuk Asahan mengenai virus covid 19.Itu semua termasuk kurangnya kesadaran pada diri seseorang itu sendiri.

Padahal sudah ada aturan untuk mematuhi protokol kesehatan yaitu 4 M(memakai masker,mencuci tangan,menjaga jarak dan menghindari kerumunan).
Dari pantauan media hari ini Rabu 23 September 2020 sekitar pukul 14.00 wib di adakan rakor camat se Indonesia secara virtual yang di pelopori oleh Kemendagri Tito Karnavian.

Dalam rakor tersebut bertempat di ruang camat yang di hadiri oleh Camat Tinggi Raja Ahmad Syaiful P Pasaribu SAP.MM,Kades Sumber Harapan Ahwany Rezky,Kades Piasa Ulu Imam Agustinus,Kades Tinggi Raja Dedi Herianto,Kades Sidomulyo Sunardi serta Waka Polsek Prapat Janji Syahruddin Harahap SH.

Dalam penjelasannya Bapak Tito Karnavian menyampaikan agar kita selalu mematuhi protokol kesehatan 4M dan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan baik itu sesudah atau pun sebelum melakukan aktifitas terlebih lagi apabila benda yang akan kita pegang sudah di sentuh oleh orang lain.

Tito Karnavian juga menjelaskan bahwa sebaiknya kalau kita bepergian jangan lupa membawa handsanitizer karena itu lebih praktis.

Loading...

Selesai Rakor di lanjutkan dengan rapat mengenai Pemulasaran covid 19 di kecamatan Tinggi Raja yang di hadiri kepala desa,ketua MUI,ketua imtaq,dinas kesehatan,Waka Polsek Prapat janji,Babinsa,tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Video Rakor Penanganan Covid-19 Tentang Pemulasaran Di Kecamatan Tinggi Raja.

Pembahasan dalam rapat mengenai Pemulasaran covid 19 untuk kecamatan tinggi raja,masing-masing kepala desa mencari solusi bagaimana cara mengatasi apa bila di antara warga desa mereka ada yang terindikasi meninggal karena covid 19 agar bisa di tempatkan di tempat yang memang sudah menjadi kesepakatan bersama agar tidak terjadi mengenai pembiaran Pemulasaran jenazah tersebut .

Loading...

Untuk itu pihak kecamatan harus segera membentuk tim yang berjumlah 10 orang yang di antaranya petugas kesehatan 2 orang,Bilal mayit perempuan 2 orang,Bilal mayit laki-laki 2 orang dan petugas penguburan sebanyak 4 orang.

Di konfirmasi:Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *