Pemilihan Kepala Daerah Dan Upaya Menjaga Khitan Demokrasi Pilkada Serentak di Maluku

Oleh Said Moksen Almahdaly Fungsionaris DPD AMPI Maluku

Pilkada dan upaya menjaga Khitan Demokrasi Memiliki perjalanan panjang kita sebagai bangsa dengan berbagai pengalaman empiris dilapangan, saya melihat setidaknya ada tiga argumentasi kuat mengapa pilkada harus di jadikan sebagai basis politik kesejahteraan.

Pada 2020 ini, akan dilaksanakan sebuah praktik demokrasi lokal dalam wujud Pemilihan Kepala Daerah langsung serentak di 270 daerah di indonesia. Dan termasuk 4 kabupaten kota di Propinsi Maluku yang akan mengambil bagian dalam perhelatan pilkada serentak di tahun 2020 ini.

Loading...

“Dimana makna strategisnya,saya melihat narasi besar yang ingin kita bangun,sebagai sebuah bangsa dengan pilkada serentak tahun ini.Ialah bahwa peristiwa ini patut kita makna dan memperjuangankan, hak rakyat guna menjaga nilai-nilai dan tantanan demokrasi secara baik.Guna memberikan edukasi politik terhadap masyarakat.

Nilai-ninai Budaya Sebagai Marwah Pilkada Damai

Pemilihan Kepala Daerah{Pilkada}, yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tertanggal 9 Desember 2020 mendatang adalah salah satu momentum Demokrasi yang akan menjadi sejarah baru kepemimpinan di masing masing Daerah.

Salaku Ketua AMPERA MALUKU sekaligus fungsionalir DPD AMPI MALUKU
Saya mengajak seluruh elemen Pemerintah untuk bagaimana saling kerja sama menjaga nilai -nikai demokrasi di Maluku secara aman dan damai sebagaiman slogan orang Maluku yakni lain syang lain demi terwudud pilkada damai di bumi raja-raja ini.
Nilai-Nilai luhur ini harus terus dijaga dan di kempayekan di tengah-tengah masyarakat,sehingga menjadi ancang caci maki, provokasi dan fitnah.

Bagaimana sikap kegontong-royongan orang Maluku{saling menghargai} atas perbedaan pemelihan calon kepala daerah dinilai sebagai bentuk toleransi dalam menjujung tinggi nilai-nilai demokrasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *