Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren Nahdhotul Muhibbi Walikota PGK, Molen Prioritaskan Akses Jalan, Jembatan Serta PLN

NKRIPOST, PANGKALPINANG – Senin (22/06/2020),  Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan dan Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil  secara bersamaan melaksanakan agenda kegiatan peletakan batu pertama dalam peresmian  pembangunan pondok pesantren Nahdhotul Muhibbin bertempat di Jalan Sungai Salim/Masjid Kayu kelurahan Tua Tunu Indah Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang.

Dalam pantauan awak media dalam kegiatan peresmian dan  peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren tersebut dihadiri secara langsung oleh Gubernur Babel, Walikota PGK, Maulan Aklil alias Molen didampingi asisten pemerintahan dan kesra, Dinas PUPR, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bagian Kesra, Bagian Humas Dan Protokol, Camat Gerunggang, Lurah, Kapolsek Gerunggang, Para Tokoh Agama, serta dihadiri juga warga Tua Tunu.

Loading...

Diketahui bahwa pembangunan pondok pesantren tersebut mendapat dukungan dari para tokoh pemuka agama dan juga dari seluruh masyarakat setempat.

Sementara dalam pembangunan pondok pesantren, dibangun diatas  lahan seluas 13.000 meter persegi yang didapatkan dari tanah hibah milik salah satu warga tua Tunu yakni yang biasa di sapa oleh warga sekitar dengan panggilan H.Kaso alias H.Usman H Ahmad.

Pada kesempatan ini, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil yang bisa di sapa dikalangan masyarakat bang Molen menegaskan dalam sambutannya dihadapan para tamu undangan yakni akan mendukung sepenuhnya dalam pembangunan pondok pesantren tersebut  baik dalam hal pembangunan jembatan serta akses jalan sampai menuju masjid kayu tua tunu.

“Hari ini saya sudah mempersiapkan dan mengajak semua pihak, untuk masalah akses jalan dan jembatan akan diperbaiki, saya minta pihak PU kota tolong tahun 2021 sudah bisa dilaksanakan dan dianggarkan, sedangkan mengenai akses penerangan yakni pihak PLN, ini didepan kita ada orangnya, orang kita juga tinggal di kampak. Saya minta tolong selaku Walikota kepada pihak PLN bisa membantu dalam masalah penerangan agar semua masyarakat dan pondok pesantren ini ada akses penerangan, sudah terpasang PLN agar nantinya tiang-tiang PLN masuk kesini”, pinta Molen secepatnya bisa terlaksana.

Dalam pengakuan Molen, seharusnya tahun ini yakni tahun 2020 semua kegiatan pembangunan tentunya pembangunan jembatan dan akses jalan menuju Masjid Kayu sudah selesai, namun terkendala masalah kasus Virus Corona alias Covid-19 maka mengalami penundaan sementara semua terfokus masalah tersebut.

“Akses jembatan dan Jalan menuju Masjid Kayu, Satu paket semua akan di laksanakan pada tahun 2021 tahun ini akan dianggarkan, yakni keseluruhan sekitar 7 KM jalan yang akan di aspal, 1 KM sudah duluan dan   yang mana masih tersisa 6 KM yang belum dilaksanakan  dan akan di anggarkan serta bersama pembangunan perbaikan  akses Jembatan, dijadikan satu paket, saya minta pihak Dinas PU tolong laksanakan dan dianggarkan, ini sesuai permintaan masyarakat”, ungkapnya agar semua bisa terlaksana dengan baik.

Loading...

Pada kesempatan yang sama dalam sambutanya, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan yang hadir dalam kegiatan peresmian dan pelatakan batu pertama dalam pembangunan pondok pesantren tersebut yakni berharap kegiatan pembangunan bisa cepat terselesaikan dan juga kegiatan belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik.

Selain itu, tak luput dari pantauan awak media yakni kegiatan dihadiri juga para penasehat yaitu  Habib Muhammad Bin  Ali Assegaf, Habib Umar Bin Hasan Bin Tohir, Habib Ali Bachsin, H.Usman H.Ahmad (H.Kaso). (NKRIPOST/SUMARWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *