Kategori
DAERAH KOMUNITAS & BUDAYA PENDIDIKAN & TEKNOLOGI

Pelantikan Pengurus Daerah PAFI NTT, Dan Sumpah Profesi Tenaga Teknis Kefarmasian

BAGIKAN :
Melki Laka Lena bersama Pengurus PAFI NTT

NKRIPOST – NTT, Kupang – Seminar Nasional Kesehatan dan Pelantikan Pengurus Daerah PAFI Provinsi NTT Periode 2018-2023 Dan Sumpah Profesi Tenaga Teknis Kefarmasian Provinsi NTT Tahun 2020.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Aston Kupang Sabtu, 29/02/2020 pagi.

BACA: Pelantikan pengurus daerah pafi NTT dan sumpah.profesi tenaga teknis kefarmasian

Di bawa Tema” Urgensi Rancangan Undang-undang Kefarmasian Menuju Praktek Kefarmasian yang Profesional di Era Digital”.

Pengurus PAFI Pusat, Dinas Kesehatan Provinsi dan ketua Panitia

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan Provinsi NTT Jois mengatakan bahwa, dengan kegiatan ini bisa membuat tenaga profesi lebih profesionalisme lagi kedepan, jangan kalah dari masyarakat. Peningkatan Komitmen dan koordinasi semuan pemangku kepentingan.

Surat Tanda Registrasi (STR) berlaku 5 tahun bukan berlaku Seumur Hidup, jadi yang sudah lama STRnya mohon di lihat kembali masih aktif tidak.

“Jangan sampai kita periksa dilapangan bilang  ooo saya sudah perna ada STR  20 tahun yang lalu artinya sekarang sudah tidak berlaku lagi, jadi bagi semua pemilik STR punya masa berlaku yaitu hanya berlaku 5 Tahun jadi harus di registrasi ulang untuk memenuhi persyaratan” jelas Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan Provinsi NTT.

Lanjutntnya, Dinas Juga mempunyai Penghargaan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas yang memiliki Inovasi dan memotivasi kerja tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Tutup Jois Luji.

Ketua PAFI Indonesia Budi Djanu Purwanto SH,. MH berbicara mengenai Dampak rancangan UU kesehatan dan rancangan ini dibuat oleh DPR RI dan sesuaikan dengan naska akademik.

Pertama latar belakang dan tujuan penyusunan sasaran yang kita hujudkan dan jangkauan arah pengaturan, “pada hari ini mungkin naskah sudah disusun oleh DPR RI sesui naska akademik”.

Adapun Program registrasi Nasional Prioritas yaitu pada tahun 2020 Anggota dewan menetapkan 50 racangan UU, ini adalah inisiatif DPR, dan ini dasarnya DPR Memperoleh masukan dari semua pihak yang utama itu dari Ikatan Apoteker Indonesia dan juga melibatkan PAFI” jelas Ketua PAFI Indonesia.

Ketua DPD PAFI NTT Tamran Ismail S.Si., MP menyampaikan kepada media ini bahwa, yang hadir pada saat ini secara keseluruhan itu tenaga teknis kefarmasian karena mereka bisa bekerja di swasta maupun pemerintahan seperti apotik-apotik tergolong di dalam industri dan
Sarana pelayanan kefarmasian.

Produksi, distribusi sarana pelayanan, kalau sarana produksi kalau di NTT ini industrinya jarang. Ada juga sarana distribusi dikesatuan farmasi swasta kalau di pemerintah ya itu investasi pemerintah. Kemudian sarana pelayanan kefarmasian Pemerintah itu Rumah Sakit Puskesmas kalau swasta itu tokoh obat, apotik dan Rumah sakit Swasta dan sebagainya.

Kebutuhannya disesuaikan dengan kapasitas sarana pelayanan tersebut, sedangkan untuk ketersediaan tenaga cukup karena selain lulusan dari NTT sini dan juga anak daerah yang kuliah di luar juga ada dan di Maumere juga ada sehingga bisa menjawab kebutuhan.

Ketua Panitia Marce Ingtitha

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional Kesehatan dan Pelantikan Ketua PD PAFI NTT dan Sumpah Profesi TTK Marce Ingritha Takubessi S. Farm, APR M,Sc. menyampaikan bahwa, kegiatan hari ini seminar mengenai UU urgensi kefarmasian menuju era digital.

Ini demi pelayanan kefamasian menuju era industri 4.0 dan era digital sehingga berdampak pada masyarakat dan juga cepat mengakses informasi di era ini.

Karena ini sebagai salah satu tugas penting oleh organisasi profesi untuk memberikan informasi kepada anggotanya dalam hal ini tenaga teknis kefarmasian yang ada di Provinsi NTT mengenai regulasi perundang-undangan kefarmasian di era digital.

‘Mengenai pelantikan itu SK sudah ada dari tahun 2015, secara legalitas sudah ada jadi ini soal pelantikan saja”, kalau mengenai tenaga teknis kefarmasian itu menyikapi UU 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dimana menjalankan pekerjaan terutama pekerjaan kefarmasian.

Sesui target kami 300 orang namun yang melakukan her registrasi melampauhi target hingga mencapai 450 orang namun yang hadir di sini sudah lebih karena ada yang baru datang, jelas Marce Ingritha.

Hadir juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melki Laka Lena menyampaikan kepada media ini bahwa, Saya hadir di sini untuk menjeskan bagaimana proses Suptansi UU kefarmasian yang lagi dibahas saat ini di DPR.

Lanjutnya, karena sebagai UU Proleknas tahun 2020, 2025 adalah UU Pelayanan kefarmasian, terkait proses dan suptansi yang didialog ini akan dijelaskan bahwa UU ini tahapannya sudah masuk di daftar lis yang akan dibahas di DPR nanti, “sekaligus saya mendengar dari teman-teman semua ini yang selama ini bergelut di kefarmasian di seluruh NTT.

Apa yang perlu kita perkuat dan diperbaiki untuk membantu masyarakat dibidang farmasi, kedepan juga teman-teman farmasi diperkuat dibagian digital karena kedepan orang bekerja harus pola digital, dan menguasai digital sehingga mereka bisa memperoleh informasi dan edukasi untuk diterapkan di aspek digital nanti. Tutup Melki Laka Lena.(**)

NKRIPOST NTT – Y TAMONOB

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *