Pelaku Teror Wafer Berisi Silet Akhirnya Tertangkap, Motifnya Bikin Ngeri!


PELAKU teror wafer yang disisipi serpihan benda tajam kepada anak-anak akhirnya ditangkap aparat Kepolisian Resor Jember.

“Pelaku berinisial AB (42) yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) itu merupakan warga Jalan Manggis, Kelurahan Jember Lor, yang ditangkap di salah satu warung di depan RSD dr. Soebandi Jember,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna di Mapolres setempat, Selasa (3/8/2021) kemarin.

Saat diinterogasi petugas, pelaku AB mengakui perbuatannya dengan menyebarkan dan mengemas makanan ringan berupa wafer merk superstar yang di dalamnya berisi seng, kawat dan pecahan besi.

Petugas Unit Resmob Satreskrim bersama anggota Polsek Patrang juga telah melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di rumah AB.

“Hasilnya ditemukan beberapa bahan dan alat membuat makanan yang berisi pecahan potongan benda tajam berbahaya, sehingga barang bukti itu juga diamankan polisi,” tuturnya.

Polisi telah menyita barang bukti berupa lima buah makanan wafer merk Super Star yang sudah diisi potongan benda tajam berbahaya, tiga buah gunting, 1 buah tang potong, 1 buah tang catut, 1 buah toples kecil berisi seng, kawat beberapa jenis paku dan bahan besi lain, 2 buah korek api serta 1 buah kotak tempat membuat makanan.

Dia menjelaskan pelaku AB masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Satreskrim di Mapolres Jember dan pelakunya akan dijerat pasal 204 KUHP tentang mengedarkan barang berbahaya dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Saat ditanya penyidik polisi, AB beralasan membagikan makanan ringan yang disisipi benda-benda tajam seperti silet, paku, seng, dan lainnya untuk menolak bala.

Loading...

Sementara itu peristiwa teror yang dilakukan pria tak dikenal dengan membagi-bagikan makanan ringan yang disisipi benda tajam, terjadi pada Sabtu (31/7/2021) pukul 10.30 WIB.

Saat itu di TKP ada seorang anak berusia 6 tahun didatangi pria tak dikenal, bermaksud memberi tiga buah makanan ringan berupa wafer, namun anak itu enggan menerima pemberiannya.

Makanan tersebut sempat ditunjukkan kepada kakaknya dan dibuka hingga dicicipi, namun kemudian memuntahkannya karena terasa ada benda keras di dalam makanan ringan itu dan beruntung anak tersebut tidak menelannya.

Loading...

Setelah ibunya menemukan ada benda tajam berbahaya pada makanan itu, keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Patrang.

(NKRIPOST/GenPI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *