Pelaku Pembunuhan Bendahara Desa Saeru Melayu Terancam Hukuman Mati

KEPOLISIAN Resor Nias Selatan melaksanakan Pres Release tentang pembunuhan Bendahara Desa bernama Riahati Luahambowo (28) yang terjadi di Pantai Sibuasi Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan.

“Setelah melihat mayat seorang wanita di pantai, warga langsung melaporkan hal tersebut ke kantor polisi,” kata Kapolres Nias Selatan AKBP Reinhard H.Nainggolan, SH.S.I.K.MM.

“Mendengar laporan tersebut, polisi dan Anggota Koramil Tello langsung terjung ke TKP dan korban dibawa ke Puskesmas Tello,” ungkap Reinhard.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan para saksi, polisi langsung menangkap pelaku yang bernama Agustinus Gowasa (25) di kapal KM Simeulue sandar di pelabuhan Baru Teluk dalam Sabtu tanggal (17/07/2021) sekira pukul 16:00 Wib

“Pelaku telah berencana untuk menghabisi korban disertai pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian,”tegas Reinhard.

Reinhard menambahkan bahwa pelaku tercatat sebagai bendahara atau kasi keuangan di Desa Bawo Orudua Kecamatan Tanah Masa.

KRONOLOGIS LENGKAP

Pihak kepolisian pun langsung menyelidiki Dana Desa tahun anggaran 2021, tersangka bersama dengan Kepala Desa Bawo Orudua telah menarik Dana Desa di salah satu Bank beberapa minggu sebelum kejadian, Dana Desa tersebut untuk dibagikan kepada masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Loading...

Ternyata Dana Desa yang seharusnya untuk di bagikan kepada masyarakat penerima BLT dihabiskan tersangka Agustinus Gowasa (25).

Selanjutnya, tersangka mengetahui korban Riahati Luahambowo bendahara Desa Saeru Melayu telah menarik Dana Desa bersama kepala desanya , lalu tersangka berencana untuk menghabisi nyawa korban di sertai pencurian dan kekerasan.

“Sebelum korban membagikan BLT kepada masyarakat, Korban’ dan pelaku menginap di salah satu penginapan di Tello dengan beda kamar,” katanya.

Kemudian pelaku dan korban pergi kerumah kerabat sebagai Kasi Pemdes Holozaro Maduwu sekitar 1 km jauhnya dari penginapan.

Loading...

Setelah sampai ternyata rekannya tidak ada di rumah.

Lalu pelaku dan korban pergi meninggalkan rumah kerabat tersebut dengan sepeda motor berboncengan.

“Di perjalanan tersangka Agustinus Gowasa (25) berpura-pura
membuang air besar, dan disitulah niat jahat tersangka memukul kepala korban dari belakang dan depan dengan batu sampai korban kehilangan nyawa,” Jelas Reinhard.

Kemudian tersangka mengambil uang Rp.100.000.000, yang di simpan di dalam tas hitam yang di simpan korban dijok motornya , dimana uang tersebut Dana Desa Saeru Melayu yang baru di tarik dari salah satu Bank untuk di bagikan kepada masyarakat penerima BLT.

“Menurut pengakuan tersangka Agustinus Gowasa (25) pada saat di wawancarai awak media, hanya melakukan tindakan menghabisi korban Riahati Luahambowo, karena uang Dana Desa yang telah di tarik telah dihabiskan untuk berfoya-foya berkisar Rp 115.000.000,”

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 340 primer, subs 338 KUHPidana masalah pembunuhan berencana dan pembunuhan, pasal 365 KUHPidana yaitu pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman pidana mati.

(NKRIPOST/Lintas Warta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *