Nasib Petani Bakateu di Malaka Terkatung Dendam Politik

BAGIKAN :

Nkripost, Malaka- Beberapa petani di Dusun Bakateu Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka terkatung nasibnya. Nasib petani Bakateu terkatung dendam politik. Para petani yang tidak dukung salah satu pasangan calon (paslon) Pilkada tidak dilayani mesin potong padi.

Padahal, tiga petani masing-masing Adrianus Nahak Klau, Agustina Luruk, Theresia Uduk siap menyediakan akomodasi bagi Manuel Bria selaku operator mesin potong padi seperti uang bensin dan konsumsi kalau dilayani untuk potong padinya. Permintaan petani untuk dilayani itu disampaikan kepada Manuel sehubungan dengan letak lahan yang berdekatan.

Namun, tidak dilayani meski lahannya berdekatan dengan lahan petani lain yang sementara dipotong padinya. Entah alasan apa, sehingga padinya tidak dipotong dan mesin tersebut dipindahkan ke lahan lain.

“Kami punya sawah di sini. Kami minta traktor dari pemerintah, masuk potong kami punya padi. Kami minta itu dari hari Jumat. Tetapi, mereka tidak masuk potong. Padahal, kami minta langsung di sawah. Alasan apa, sehingga tidak potong kami punya di sana saat itu, tetapi datang potong di sini,” beber Adrianus.

Adrianus menduga sudah ada unsur dendam politik. Politik ditunggangi sehingga para petani tidak mendapat pelayanan mesin potong padi. Mesin itu hanya melayani para petani yang mendukung paslon tertentu yang bersentuhan langsung dengan kekuasaan.

Agustina dan Theresia juga begitu mengeluh karena permintaannya tidak dipenuhi. Padahal, keduanya sangat siap mengakomodasi kalau padinya dipotong. Hingga saat ini, permintaannya belum dilayani sehingga akan memberi upah kepada orang jika ada yang bersedia untuk membantu. (km-tim)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami