SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

MPUH SEMBIRING ANGKAT BICARA TERKAIT PEMBERITAAN KELOMPOK TERORIS DI TANAH KARO

BAGIKAN :

JAKARTA – Tertangkapnya sebanyak 23 orang terduga teroris yang ditangkap aparat Kepolisian Polda Sumatera Utara pasca peledakan bom bunuh diri di Mapolresta Medan pada Rabu lalu (13/11/2019) terbilang sukses dan patut diacungi jempol.

Dari pengembangan terhadap seluruh tersangka, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan sebelum melakukan aksi bom di Mapolresta Medan, pelaku diduga sudah melakukan persiapan. Agus mengatakan, pelatihan para pelaku ini dilakukan di wilayah Kabupaten Karo, tepatnya di Gunung Sibayak.

Pernyataan orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara ini ternyata banyak orang yang meragukannya, mengingat Gunung Sibayak tidak memiliki lahan datar yang luas , disamping medan bebatuan yang tidak gampang untuk dilalui secara cepat atau berlarian ditambah banyaknya wisatawan pendaki yang hampir setiap hari ada saja yang melakukan pendakian.

Gambar tangkapan layar dari akun Facebook Mpuh Sembiring Gurukinayan

Salah satu datangnya dari, Mpuh Sembiring Gurukinayan dalam postingan akun miliknya di jejaring sosial FB, Penasehat FKPPAI ( Forum Keluarga Paranormal Dan Penyembuh Alternatif Indonesia ) Kabupaten Karo ini berujar kalau dirinya tidak setuju jika Tanah Karo dikatakan sebagai tempat latihan para Teroris.

Kalau dibilang pernah naik kuda dan mencoba memanah, Magician / Cenayang yang satu ini mengaku setuju. Bahkan dengan sedikit canda Mpuh mengatakan siapa tau dia pernah makan BPK di simpang selayang.

“Itu artinya TANAH KARO bukan pusat pelatihan teroris, hanya saja si teroris pernah jalan-jalan ke berastagi terus dia bawa panah melintasi jalan gunung Sibayak. Kan wajar saja kalau wisatawan seperti itu…Tanah Karo itu indah..dan menjadi magnet wisatawan untuk datang kemari,” ujarnya.

Loading...

Pria gempal berpenampilan nyentrik ini juga mengaku kalau dirinya sedikit bingung, mengingat medannya Gunung Sibayak yang kerap didaki para wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Seberapa luas lah gunung sibayak yang di puncaknya banyak orang jualan ini bahkan sampai sampai tidak terendus keberadaan TERORIS tersebut oleh intel intel Polres dan Kodim…kalau masalah JUDI dan NARKOBA. Okelah para pelaku bisa dimaafkan tapi kalau sudah TEROR yang mengancam NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA!!! aku yakin bapak polisi dan bapak tentara khususnya di tanah karo pasti bisa dengan cepat mengendus keberadaan pelaku teror tersebut. apalagi mereka tidak sedikit. ada 23 orang yang latihan bersama,” ungkap Mpuh Sembiring.

Lebih jauh lagi Mpuh mengungkapkan, kalau dilihat dari kacamata spiritual atau lebih jelasnya, Dirinya telah melakukan komunikasi secara spiritual dengan penghuni gunung Sibayak. Menurutnya, penghuni gunung Sibayak tidak akan membiarkan tanahnya di gunakan untuk hal apapun yang sifatnya menghancurkan negara , apalagi disana terdapat tempat keramat bernama PERTEKTEKEN dengan penghuninya Bolang (kakek/red) “PAWANG TERNALEM” sebagai penjaga keseimbangan alam gunung Sibayak.

“Kalau gak percaya kalian…ayo sini aku antar saat tengah malam dan aku buat “Ritual” lalu aku tinggalkan kalian disana semalaman di PERTETEKEN. biar dimarahi kalian akibat tidak percaya omongan Bolang yang disampaikan padaku, Adi la kam mbiar (Jika Kalian Tidak Takut/red) hahaha.,”tulisnya dengan ringan.

Dalam tulisannya Mpuh juga menegaskan kalau teroris tidak betul latihan berkuda dan memanah di gunung Sibayak,” Ah nggo yah (ahh.. sudahlah) gak ada itu teroris teroris di tanah karo…kalian kenal master Mpuh Sembiring yang selalu MERAMAL KEADAAN GUNUNG SINABUNG dan selalu tepat kan? kalau gak kenal..kenalan dulu kita yah hehehe..liat aja postingan aku yang berkaitan dengan ALAM. Dan setiap ramalan aku, aku selalu mencari solusi agar kejadian yang tidak di inginkan tidak terjadi. Aku tidak bangga jika ramalan aku tepat!!! justru aku sedih ketika aku meramal kejadian alam tapi kalian tidak menuruti apa yang aku minta. padahal yang aku minta hanya doa untuk menyelaraskan alam di Tanah Karo ini,” ungkapnya.

Diakhir tulisannya mpuh menegaskan ,” Terakhir kalimat , aku hanya ingin bilang. DI TANAH KARO TIDAK ADA TERORIS ! ” tegas Mpuh.(**)

Terbitkan Pada: 19 November 2019 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami