NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

MENTERI EDHY PRABOWO KEMBALIKAN KEPERCAYAAN DAN KEJAYAAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

BAGIKAN :
Menteri KKP Edhy Prabowo menunjukkan keahliannya dalam olahraga pencak silat saat perayaan ulang tahun ke 11 Partai Gerindra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Penulis: Rusdianto Samawa, Ketua Umum Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI)


Kita mulai dari analisis berita media online detik, berjudul: “Menteri Edhy Paling Tak Dipercaya Publik, Gerindra: Penggiringan Opini!.” Pendukung Edhy Prabowo mungkin marah dan kesal. Ya wajar. Tetapi tulisan ingin membalikkan fakta dari berita fiktif (palsu).

Tulisan saya ini tidak sedang membela Partai Gerindra. Tetapi saya mau memberikan rasa objektifitas terhadap kredibilitas Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo atas pemberitaan berbagai media seperti detik dan lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO).

Kepercayaan Presiden Jokowi kepada Edhy Prabowo dilaksanakan secara baik dan runut (terstruktur). Saat sidang kabinet pertama dan pelantikan Menteri baru di Istana, Presiden Jokowi dalam pengantarnya: “ada menteri yang tidak pernah rapat dengan pimpinannya, bahkan koordinasi atau diskusikan kebijakan saja tak pernah. Tetapi diakhir cuma sekali tok’ tok’ itu aja. Jadi besok jangan lagi ada menteri Laut dan Ikan kayak begini lagi.”

Dari intonasi komunikasi pengantar Presiden Jokowi, itu pertanda Susi Pudjiastuti Menteri KKP saat itu, tidak mendapat kepercayaan dan merusak nilai keadaban terhadap pimpinan atasannya dan/atau Presiden sendiri. Karena kalau dipanggil rapat oleh Luhut Binsar Panjaitan (LBP) ke Kemenko dari sejak awal tidak pernah hadir.

Itulah pengantar pesan dan kesan Presiden Jokowi selama memimpin 5 tahun, bahwa ada menteri yang tidak mematuhi langkah-langkah Presidennya. Sehingga pada periode kedua mau menjadi menteri kembali. Namun, Presiden Jokowi sudah menyadari sebetulnya bahwa sala satu faktor kegagalan visi poros maritim jilid pertama itu karena ulah kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Loading...

Hal demikian yang tidak diketahui oleh Lembaga Survei Indonesia Political Opinion (IPO). Mensurvei hanya yang menyukai Susi Pudjiastuti dan menjatuhkan dengan pertanyaan tendesius terhadap menteri penggantinya Edhy Prabowo. Apalagi hasil survei tendesius yang berbunyi: Edhy Prabowo jadi menteri paling tidak dipercaya responden.”

Metode dan cara menjatuhkan Edhy Prabowo oleh IPO ini, sama dengan metode Survei LSI tahun 2010 menjatuh Anas Urbaningrum Ketua Umum Partai Demokrat yang memenangkan kongres, setelah itu baru sebulan berjalan, muncul Publik Opinion daro hasil Survei LSI bahwa Partai Demokrat di tinggalkan oleh pemilihnya karena Anas Urbaningrum terpilih Ketua Umum.”

Substansinya sama, tidak jauh beda sama sekali. Padahal kalau mau fear, apa hubungan Edhy Prabowo dengan masyarakat yang di Survei, jawabannya tak ada hubungan. Tanggung jawab menteri itu menjalankan visi presiden melalui kebijakan. Kemudian, apa hubungan Anas Urbaningrum dengan terpilihnya Ketua Umum Partai Demokrat. Ya, jawabannya tak ada hubungan dong.

Begitu pun, masa kerja kurang lebih 2 bulan ini setelah diangkat menjadi Menteri KKP. Edhy Prabowo sangat gembira, supel, solider, komunikatif, model dua arah dan interaksi langsung bersama nelayan.

Karena Presiden Joko Widodo berpesan: “Pak Menteri bangun hubungan yang baik dengan nelayan dan pengusaha perikanan ya.” Kalimat Presiden Jokowi itu pertanda penilaiannya terhadap Menterinya bahwa selama Susi Pudjiastuti menjadi Menteri KKP tak ada komunikasi dua arah bersama nelayan dan pengusaha untuk menciptakan sustainability maupun proses dialog. Itu tidak ada. Saya menyebutnya dalam berbagai tulisan: “MONOLOGIS.”

Tentu Edhy Prabowo langsung mengerjakannya kepercayaan Presiden Jokowi dengan turun ke Muara Baru, Palembang, Bandung, Lombok NTB, Banten, Kepulauan Riau, Batam, Sulawesi Utara dan Makassar. Artinya bahwa media online seperti detik dan Lembaga Survei IPO harus mengetahui progress Edhy Prabowo setiap detik, menit, dan jam agar bisa membangun secara sukrela dan objektif.

Jangan sampai media tidak objektif karena menteri yang bukan dihard-nya. Sehingga tidak suka terhadap menteri lain, lalu seenaknya membuat berita walaupun berdasarkan hasil survei atau kebohongan yang diciptakan. Sala satu kelemahan KKP zaman Susi Pudjiastuti adalah kepelitan dan/atau menutupi akses data sehingga tidak mudah dibuka oleh masyarakat. Padahal keterbukaan informasi sangat penting

Rentang waktu bekerja setelah dilantik, sudah beberapa hal yang dikerjakan, yakni: pertama: Edhy Prabowo lakukan komunikasi dan menjumpai nelayan. Dulu kami berharap Susi Pudjiastuti sebagai menteri bisa melakukannya untuk berkomunikasi dua arah. Namun, sangat monologis sekali. Edhy merubah gaya leadershipnya yang bagus dan baik. Semoga Edhy bisa lebih dari sebelumnya.

Kedua, Edhy Prabowo lakukan ekspor dari Makssar ke beberapa negara. Hal ini Edhy Prabowo sudah berusaha clearkan tidak ada masalah dalam proses. Namun, zaman Menteri KKP Susi Pudjiastuti proses ekspor itu tidak berjalan lancar, malah berakhir pada pencuxian uang yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Ketiga, Edhy Prabowo mempersiapkan proses hibah kapal kepada nelayan, rumah sakit, pemerintah daerah, klinik terapung dan lainnya. Tentu tujuannya untuk kemanusiaan. Sudah jelas. Tetapi Zaman Susi Pudjiastuti Menteri kapal-kapal hasil tangkapan IUUF sebenarnya tak ada yang ditenggelamkan sekitar 148 kapal itu. Malah ada yang mau dihibahkan, ada yang di rampas negara, ada juga yang rusak tak bisa dipakai.

Keempat, Edhy Prabowo dikatakan tidak pas oleh: IPO, berita detik, buzzer bayaran. Padahal kalau semua bicara mantan menteri KKP juga tidak pas, kecuali Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS yang sesuai bidangnya Kelautan dan Perikanan. Jadi survei IPO itu sangat underestimate.

Mengapa tulisan ini muncul sebagai perbandingan karena Survei IPO itu dibayar oleh dihard Susi Pudjiastuti, IPO itu juga jaringan media detik. Dulu Survei ini tidak muncul. Sekarang muncul. Jadi kedepan, Edhy Prabowo akan selalu buruk dimata mereka.

Media – media sisa bayaran dan kelompok jaringan Susi Pudjiastuti ini akan terus memborbardir karena takut sekali mereka akan: upaya evaluasi kebijakan, terbukanya kelola anggaran KKP, terbukanya kasus – kasus ekspor impor di KKP dan lainnya.

Ada banyak sekali kekhawatirannya. Sehingga sekarang pun, lirikannya menjadi komisaris utama Perinus dan Perindo karena anak buahnya pun semua menjabat disitu. Itu juga langkah untuk mengamankan dirinya karena data dugaan korupsi yang paling banyak itu di Perinus dan Perindo.[]

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami