NKRI POST.

Berita Seputar NKRI

Mengenal Lebih Dekat Sosok Roy Tey Seran (RTS)

SHARE ya:

Pemuda Milenial yang Energik

Malaka,NKRIPOST – Ignasius Roy Suanto Tei Seran, atau yang biasa dikenal oleh kaum milenial adalah Roy Tei Seran (RTS), Sosok muda energik yang memiliki niat mulia ingin mengabdi di Tanah Kelahirannya, Rai Malaka tercinta.

Bakal calon wakil Bupati Malaka,Roy Tei Seran.

Dengan niatnya yang tulus, Ignasius Roy Suanto Tei Seran, putra dari pasangan Yosep Tei Seran (alm) yang biasa dikenal Aman nai Nurak dan Ibu Evelensi Bikaukasi (alm) siap mengabdi di tanah kelahirannya sebagai pemimpin.

Mantan seminaris yang biasa dikenal dengan sapaan RTS itu, merupakan
anak ke 5 dari 6 bersaudara,yang kini memasuki usia 30 tahun.

Loading...

RTS, dalam mengemban pendidikan usai tamat dari Unika Kupang, Pria Kelahiran 1989 ini melanjutkan Studinya di Jakarta Strata 2 di bidang Filsafat. Selain kesibukanya pada pendidikan, pria muda yang energik ini, juga aktif di berbagai dunia aktifis di Jakarta, salah satunya adalah memperjuangkan lingkungan hidup.

Tertarik pada Dunia Politik

Melihat perhelatan politik di Malaka, pria yang aktif dalam perjuangan lingkungan hidup ini, mengaku, motivasi dasar yang memanggil dirinya datang kembali ke Malaka adalah semangat mencintai dan melayani. Untuk itu dia juga mencalonkan diri sebagai wakil bupati lewat tahapan penjaringan terutama di partai PDI Perjuangan ( 20/9/2019 ) tahun lalu dan siap bertarung pada Pilkada Malaka 2020,September mendatang.

Memenuhi panggilan Leluhur dan masyarakat lalu mendafatarkan diri sebagai calon wakil Bupati pada perhelatan politik Pilkada Malaka 2020, menurutnya Itu adalah panggilan luhur dimana dirinya melihat fakta dan reallita dimasyarakat bahwa di Malaka ini selalu ada dikotomi.

Dikotomi antara yang senang dan tidak senang di roda pemerintahan di Kabupaten Malaka, terutama di roda kepemimpinan yang ada saat ini.
” Kita tau bahwa dalam pemberitaan di media cetak, media online serta di media-media sosial, dimana banyak sekali mengangkat persoalan-persoalan yang belum tuntas yang ada di Malaka ini,” ujar mantan Seminari Lalian Atambua ini.

Pria kelahiran 30 tahun silam ini mengungkapkan, bahwa dirinya
bersama teman-teman muda bukan baru terlibat hari ini, tetapi sebelumya sejak menjalankan studi starata 1, dia bersama teman-teman muda membentuk satu forum , barisan muda – muda mendukung pemekaran kabupaten Malaka, atau “Sadan Bete Malaka” .

Dalam forum itu, mereka sama – sama berjuang untuk pemekaran Kabupaten Malaka dengan cita-cita luhur mendapatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan mensejahterahkan masyarakat secara keseluruhan, tidak melilah – milah. Hal ini sehingga realita politik hari ini bahwa ada gesekan-gesekan politik diantara elit dan juga pengkotak-kotakan sampai ketingkat masyarakat akar rumput, karena, banyak hal yang dianggap tidak merata terutama dalam bidang kesejahteraan.

Menurutnya, ini adalah panggilan. Teknisnya sebenarnya ia tidak memiliki niat sabagai calon wail Bupati yang sebenarnya , tapi ini panggilan dari leluhur, petunjuk dari Tuhan, dan alam semesta. Oleh karena itu pergerakan-pergerakan, seperti memperjuangkan Mangrove yang terjadi pergusuran besar-besaran di Malaka. Pada saat itu dirinya melihat secara langsung dan melihat ada yang harus diselamatkan dari Kabupaten Malaka yang kita cintai ini. Untuk itu dengan restu teman-teman (Milenial) di Malaka, lalu di Jakarta, ia sebagai salah seorang yang paling muda yang turut dalam kompotensi, pencalonan pemimpin Kabupaten Malaka , dan mereka merestuinya sehingga ia datang ke Malaka.

Pria milenial ini, mengisahkan bahwa pada awalnya dia tidak ada keinginan atau ada ambisi tapi karena melihat situasi dan kondisi saat ini, maka membuat dia datang kesini untuk ikut terlibat dalam kompetisi ini.

Selain itu dengan tegas ia menyatakan dalam kaitan figure calon Bupati yang cocok dengan dirinya, yang sementara ini mengemuka, ada Petahana dr. Stefanus Bria Seran, Pengacara Dr. Simon Nahak dan aktifis Lingkungan Hidup Emanuel Bria.

Namun dari dirinya sendiri sebagai kader Partai PDI Perjuangan yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Malaka, terlepas sebagi figure muda, dia sudah secara resmi mendatafkan diri sebagai bakal calon Wakil Bupati di partai PDI Perjuangan. Hal ini sesuai arahan ketua DPC Partai, bahwa akan ada mekanisme dan proses yang harus dilewati, sehingga, secara pribadi dirinya memang ada pilihan, kecendurungan pilihan untuk gandengn figure tertentu, tetapi, semua keputusan partai dan dia harus taat pada kepada keputusan partai.

Tetapi itu bukan menjadi hal yang subtansial. Dia mengaku bahwa yang menjadi hal yang subtansial dan esensial bagi dirinya itu adalah kesejateraan umum, bagaiamana, apabila Tuhan berkehendak dan dirinya menjadi Wakil Bupati kelak nanti, ia akan senantiasa memperjuangakan kesejateraan rakyat secara adil dan merata.

Loading...

Terkait gandengannya, bahwa RTS mengaku siapapun kelak diusung oleh partai, ia akan berusaha bersama dengan keluaga, para pendukung, kaum muda (milenial)

” Kita akan bersama, baik keseluruhan yang ada di Kabupaten Malaka serta simpatisan berniat dan memiliki tekad untuk mengawal pemerintahan ini, secara baik sesui dengan moto kami itu “ mencintai dan melayani”.Jadi pemimpin yang sesungguhnya itu adalah pemimpin yang ditampakan Tuhan yang saya imani, karena menjadi pemimpin itu, menjadi pelayan karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa ia datang untuk melayani bukan untuk dilayani,” ujar RTS disuatu perjumpaan.

Dikisahkan, bahwa dirinya, Dalam kehidupannya terlepas dari kehidupan duniawi, dimana menjalankan kebenaran, melayani, selain itu, keutamaan-keutamaan hidup yang akan ia perjuangkan yaitu kesejateraan umum, bertindak secara benar. Turunannya bisa berupa, Stop KKN, mengupayakan pemerintahan yang melayani, birokrat yang melayani, kemudian transparansi dalam pemerintahan.

” Semua anggaran pengelolaan di Kabupaten Malaka tercinta ini harus dikelola secara bersama-sama, jika satu orang yang dipercayakan atau dibebani untuk memanejeri, mengatur atau mengendalikan dalam hal ini Bupati dalam hal kebijakan-kebijakan harus bersedia mendengarkan rakyatnya,” ujarnya suatu ketika.

Lanjutnya, menjadi pemimpin harus bisa menagatur semuanya. Oleh karena itu apabila Tuhan berkehendak dirinya dipercayakan menjadi Wakil Bupati, ia akan dengan caranya mengsuport Bupati semaksimal mungkin dan dengan idealismenya dimana sebagai generasi muda untuk terus mempengaruhi Bupati keluar dari kepentingan-kepentingan individu, kelompok dan kepentingan golongan.

Ini semua akan menjadi cacatan penting untuk dia apabila menjadi wakil dan mendampingi Bupati nantinya, apabila pertarungan dalam Pilkada dan ditetapka menjadi calon, tentu dirinya optimis.
Dijelaskannya, bahwa dirinya tidak ada apanya, tapi ini panggilan, Renu (Rakyat) Malaka.

Dukungan Keluarga

Menurutnya, dukungan dari keluarga sendiri sangat antusias mulai dari “Tasik Tuik, Meitis Tuik Foho,Fehan”.

” Kita semua ini berkaitan satu sama yang lain , semua raja bagian timur, barat, utara dan selatan semua masih ada kaitan secara adat – istiadat Wesei Wehali. Leluhur kita juga sama dan ada kaitan erat, tinggal bagaimana dikomunikasikan secara adat yang baik. Inti dari semua ini adalah kesejateraan rakyat malaka,” kata Roy Tei Seran.

Ia mengaku, bahwa selain sebagi kader partai juga sebagai anak muda,dirinya tidak banyak kepentingan dan tidak memiliki utang budi atau beban masa lalu untuk menyampaikan aspirasi, secara tegas dan benar kepada pemimpin yang ada di Malaka.

” Malaka akhir-akhir ini masyarakat akar rumputnya mengalami perpecahan yang tingkat tinggi. Hal ini karena saling mencurigai satu sama lain, serta hilangnya rasa saling percaya antar sesama saudara. Dikotomi yang terjadi saat ini bahwa ada sebagian orang yang merasa suka dan mengangumi pemimpin sampai menjadi penjilat, lalu menimbulkan rasa tidak suka
dari pihak lawan.

Penulis / Editor : Ackhilles Bere / Morgan

SHARE ya:
Loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...
error: Content is protected !!