Mengejutkan, Anas Urbaningrum Sampaikan Info Penting Terkait SBY, Simak!

Mengejutkan, Anas Urbaningrum Sampaikan Info Penting Terkait SBY, Simak!

5 September 2023 1 By Tim Redaksi

NKRIPOST.COM – Mantan ketum Demokrat, Anas Urbaningrum turut merespons batalnya politikus Partai NasDem melaporkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Polri.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ini mendukung Surya Paloh (SP) untuk tidak membawa masalah politik ke ranah hukum.

Anas berujar kepentingan politik tetap harus ada di wilayah politik.

Ia pun kembali menyinggung soal prinsip Nabok Nyilih Tangan.

“Sudah betul ini Bang SP. Urusan politik sebaiknya dijaga berada di wilayah politik. Pertandingan politik jangan menyeret institusi hukum (dan keamanan). Prinsipnya “nabok nyilih tangan” itu tidak baik dan jangan pernah terjadi lagi. Biar lbh sehat,” tulis Anas, Senin (4/9/2023).

Menurut dia, kompetisi politik demokratis harus memiliki sikap ksatria.

Baca Juga: Ini Info Sangat Penting bagi Penerima Bantuan PIP 2023, Seluruh Mahasiswa Indonesia Wajib Tahu, Simak!

Karena itu haruslah bertanding terbuka dan adil.

“Sekeras apapun, jika terbuka dan adil, akan menjadi pelajaran berdemokrasi yg indah. Kalau jurus “nabok nyilih tangan” jelas itu sikap pengecut yg mendestruksi tradisi demokrasi. Gaya lama “nabok nyilih tangan” ini harus disudahi. Biarkan itu menjadi sejarah hitam yg dikubur dalam2,” tulis lagi Anas.

Baginya bukan soal SBY maupun Partai Demokrat, melainkan politik yang harus dibangun melalui kompetisi sehat.

“Perhatian saya tidak pada apa partainya atau siapa orangnya, tetapi pada ikhtiar untuk membangun tradisi kompetisi yg sehat. Dulu pernah ada yg pakai jurus “nabok nyilih tangan” alias cara pengecut. Nah, model begini jangan ditiru dan dipakai lagi saat ini dan masa selanjutnya,” ujar Anas.

Ia pun menyinggung soal jurus nabok nyilih tangan.

Istilah itu pernah ia ungkap sebelum dirinya ditangkap KPK pada 2014 silam.

”Nabok Nyilih Tangan’ dikenal sebagai istilah dalam bahasa Jawa.

Hal itu menggambarkan seseorang yang ingin memukul orang lain, namun tidak memakai tangannya sendiri, melainkan menggunakan tangan orang lain.

Istilah ini kerap disematkan kepada orang sebagai pengecut.

(Sa/ya)