Mengapa Orang yang Sudah Divaksin Masih Kena COVID-19? Ini Jawaban Dokter Adaninggar

DOKTER RA Adaninggar menjawab sejumlah pertanyaan yang menanyakan mengapa orang yang sudah disuntik vaksin masih tertular Covid-19.

Menurut dr Adaninggar, orang divaksin tetap berpotensi tertular Covid-19.

Ia mengatakan, efektivitas vaksin dipengaruhi oleh sistem imun.

“Yang protes katanya ada orang yang divaksin masih bisa bergejala berat dan meninggal, iya memang ada karena efektivitas vaksin juga dipengaruhi oleh sistem imun masing-masing dan paparan virus,” kata dr Adaninggar, melalui akun Instagram pribadinya, @drningz, seperti dikutip Pojoksatu.id.

Dokter ahli penyakit dalam ini mengatakan, jika ingin vaksin efektif, maka harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menjaga imunitas.

“Anda mau vaksin efektif? ya anda harus lakukan juga protokol kesehatan selama paparan virus masih banyak, lakukan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan imun, dan kontrol baik penyakit penyerta yang anda punya,” jelasnya.

Loading...

Jika ingin efektivitas vaksin semakin tinggi, maka harus melakukan usaha untuk stop penularan.

“Semakin sedikit paparan virus, efektivitas vaksin akan semakin meningkat,” tegasnya.

“Penganut herd immunity alami harap minggir karena kami di sini masih ingin melindungi diri dan keluarga. Yang males berusaha, gak usah ajak-ajak orang,” tandas dr Adaninggar.

Loading...

Apakah Masih Perlu Bawa Hand Sanitizer?

Dr RA Adaningga mengaku mendapat banyak pertanyaan dari netizen mengenai hand sanitizer.

“Mungkin udah mulai pada jenuh ya dikit-dikit harus cuci tangan/semprot-semprot, dan bawa hand sanitizer ke mana-mana,” kata dokter yang akrab disapa dr Ningz ini, Selasa (10/8/2021).

Dr Adaninggar menjelaskan bahwa penularan lewat kontak permukaan benda memang bukan jalur utama penularan Covid.

Jalur utama penularan adalah lewat droplet dari hidung dan mulut serta aerosol di ruangan tertutup.

Namun demikian, belum diketahui pasti berapa lama virus bisa bertahan hidup di dalam droplet yang melekat di permukaan benda di luar tubuh manusia karena dipengaruhi banyak faktor seperti suhu, kelembaban, dan kontur permukaan, sehingga bersikap “jaga-jaga” tetap lebih baik.

“Cuci tangan itu tidak ada ruginya. Selain bisa membunuh virus penyebab Covid, juga bisa membunuh bakteri/mikroorganisme lain yang ada di tangan. Jadikan sebagai bagian pola hidup bersih dan sehat anda,” kata dr Adaninggar.

Hingga sekarang, kata dia, kebiasaan “lebai” cuci tangan dengan hand sanitizer dan menyemprot benda-benda umum di tempatnya bekerja masih dia lakukan hingga sekarang.

Loading...

(NKRIPOST/pojoksatu/Radarpekalongan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *