Kategori
DAERAH

Menangkap Pesan Leluhur Gowa Lewat Dialog Budaya September 2019

BAGIKAN :
Yayasan Budaya Bugis-Makassar bersama Panitia Pelaksana Dialog Budaya

GOWA, – Mengutip dari Wikipedia, Kabupaten Gowa yang dulunya dikenal sebagai Wilayah Kerajaan, merupakan kerajaan maritim yang besar pengaruhnya di perairan Nusantara. Bahkan dari kerajaan ini juga muncul nama pahlawan nasional yang bergelar Ayam Jantan dari Timur, Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI.

Sayangnya, sebagai kerajaan yang dulu tersohor, Gowa tidak lagi berjaya, kerajaan ini malah memberikan warisan terbesarnya, yaitu Pelabuhan Makassar dan Pasar Pabaeng-baeng.

Beranjak dari situlah, Yayasan Budaya Bugis Makassar mencoba merangkul seluruh pemerhati budaya utamanya masyarakat Gowa untuk menggelar Dialog Budaya dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk membicarakan kemasan Gowa dalam rangka “Menangkap Pesan Leluhur”.

Panitia Pelaksana Dialog Budaya

Salah satu inisiator Ahmad Pidris Zain saat ditemui mengatakan, dialog tersebut akan dilaksanakan untuk membicarakan tentang pengembalian adat istiadat di Gowa. Dengan harapan, kata Pidris, ada satu visi yang sama yang endingnya mengembalikan peradaban Gowa dan kejayaannya.

“Karena ini satu pesan yang dilakukan oleh leluhur secara turun temurung dan peluang itu ada sekarang”, ungkap Dg. Sisila sapaan akrab Ahmad Pidris.

Lebih lanjut Pidris menegaskan, Wattunna mi. Terlebih sekarang peradaban Gowa sangat jauh dari potensi yang ada padahal Gowa punya segalanya. Baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

“Kami mau Gowa lebih dikenal diluar dengan ciri khasnya, dengan begitu kita bisa mendatangkan wisatawan dan investor. Poterangi Adatka ri Biasanna. (Mengembalikan Adat Sebagaimana Mestinya:Red)”, pungkasnya.

Menurutnya dengan mengembalikan adat Gowa sebagai Kota Adat, diyakini akan ada sirkulasi ekonomi yang juga punya dampak pada masyarakat Gowa.

Olehnya, impian besar itu dimulai dengan menggelar dialog. Rencananya dialog ini dibagi tiga sesi, yakni:

  1. Dialog Budaya, 28 September 2019 tema “Menangkap Pesan Leluhur Gowa”.
  2. Simposium Budaya, 26 Oktober 2019, tema “Meretas Pesan Leluhur Gowa”.
  3. Semiloka Budaya, 23 November 2019, tema “Implementasi Pesan Leluhur Gowa”.(Red)
BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *