Kategori
DAERAH

MELAYANI UMAT, PAROKI TRI TUNGGAL MAHA KUDUS SADI MENERIMA 57 FRATER TOR LO’O DAMIAN

BAGIKAN :

SADI, NKRIPOST Sadi merupakan sebuah Desa perbatasan negara yang terletak di Kecamatan Tasi Feto Timur Kabupaten Belu Provinsi NTT, di lalui jalan raya sabuk merah yang berbatasan langsung dengan Negara Tetangga Timor Leste.

Sebuah Desa yang mayoritas penduduknya dari Suku Kemak, dengan keseharian penduduk berprofesi sebagai petani.

Selain berdiri Gedung SD, SMP dan SMA, di Sadi Berdiri megah sebuah Gereja Katolik Paroki Tri Tunggal Maha Kudus tempat beribadah Umat Katolik di Desa Sadi dan beberapa desa tetangga.

Gereja Katolik Paroki Tri Tunggal Maha Kudus Sadi Menjadi tempat beribadah bagi umat Katolik dari beberapa Desa di Sadi sebagaimana batas wilayah Gereja Katolik tidak mengikuti batas kewilayaan pemerintahan karena  Gereja terutama adalah himpunan umat beriman, bukan gedung maka Paroki merupakan komunitas kaum beriman yang dibentuk secara tetap dengan batas-batas kewilayahan tertentu dalam keuskupan (Gereja Partikular) dengan demikian Uskuplah yang berwenang mendirikan, membubarkan atau mengubah Paroki (Kitab Hukum Kanonik kanon 515 art 2) sesuai prinsip organisasinya, pada umumnya Paroki bersifat teritorial, bukan personal serta bukan juga kategorial.

Dalam pelayanan terhadap umat Katolik Paroki Tri Tunggal Maha Kudus Sadi, menerima kedatangan Frater TOR Lo’o Damian sejumlah 57 Frater, Minggu 02-02-2020

Fidelis Sama Lelo Bersama Istri Margaretha Kai Koso mengalungi selendang Tais Pada Salah satu Frater TOR Lo’o Damian

Kedatangan Para Frater TOR Lo’o Damian ini untuk hidup bersama Umat selama satu minggu yang tersebar di 15 Lingkungan Paroki Tritunggal Maha Kudus  Sadi, yang di hantar langsung oleh Pastor Praeses TOR Lo’o Damian Rm. Yustus, Rm Cristo, Rm. Sipri (Rozi), serta dua pastor lainnya,

TOR adalah akronim dari Tahun Orientasi Rohani. TOR merupakan satu tahap dalam formasi calon imam sebuah keuskupan.

Tahap formasi ini berlangsung antara pasca pendidikan di Seminari Menengah (setara SMA) dan pra pendidikan di Seminari Tinggi (setara Strata Satu). Karena itu, tahapan ini bisa dikatakan sebagai tahap transisi dimana seorang calon imam menjalani pembinaan rohani sebelum memasuki studi lanjut.

BANYAK YANG DI PANGGIL NAMUN SEDIKIT YANG DIPILIH

SALAM KEMBO

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *