Masyarakat Miskin Keluhkan Harga LPG 3 kg, Di Warung 28 sampai 30 Ribu, Diduga Oknum PWI Pelalawan Backup Pangkalan LPG Nakal

NKRI post.Riau | Pelalawan – Ketika dalam perjalanan dari Kota Pekanbaru hendak menuju ke Kabupaten Inhu, dua orang wartawan Provinsi Riau, BM dan YN melintasi di Kota Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, dan berhenti sejenak untuk makan siang disalah satu Rumah Makan yang berada di Kota Kerinci, tepatnya di Jalan Akasia Kota Kerinci Kabupaten Pelalawan.

Pada waktu yang sama, disaat dua orang wartawan tersebut sedang menikmati makan siang, tiba-tiba satu unit mobil pick up datang menghampiri rumah makan tersebut, dengan bermuatan kurang lebih 100 tabung LPG 3 kg bersegel, lalu menurunkan sejumlah, 15 tabung di rumah makan tersebut, Senin (2/11/2020) pukul 16 : 10 wib.

Melihat kejanggalan dalam penyaluran LPG 3 kg bersubsidi untuk masyarakat miskin itu tidak sesuai SOP, salah seorang dari wartawan BM mendatangi kasir Rumah Makan yang tidak diketahui namanya, lalu mempertanyakan hal tersebut, “Berapa harga beli per tabungnya ?, kasir itu menjawab, Rp 23.000. Lanjut pertanyaan, dari mana LPG 3 kg ini ?, dari Agen PT. Tirta Pelalawan Lestari melalui pangkalan gas yang berdara di RT 001 RW 011 Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci,” pungkasnya.

Setelah mendapatkan informasi dari kasir tersebut, 2 orang wartawan BM dan YN mengejar, dan mengikuti mobil pickup yang bukan unit Pertamina, bermuatan LPG bersubsidi, membawa lebih-kurang 100 tabung LPG 3 kg bersubsidi untuk masyarakat miskin itu. Setibanya disalah satu rumah warga, yang bukan pangkalan resmi, mobil pickup tersebut, menurunkan LPG 3 kg nya disana, kurang-lebih 90 tabung yang masih bersegel.

Aktivitas ini dipertanyakan wartawan BM dan YN, “siapa pemilik LPG 3 kg ini” salah satu pemilik rumah (seorang wanita) menjawab, “orang pangkalan menitipkan disini pak,” jawab seorang pemilik rumah sambil menghubungi pemilik pangkalan via seluler, agar bisa datang pada saat itu.

Beberapa menit kemudian, pemilik pangkalan Gas pun tiba, dan mengatakan kepada wartawan, “ini punya saya, dengan nada sedikit keras, saya juga wartawan,” kata pemilik pangkalan tersebut.

Loading...

Lanjut pertanyaan dilontarkan oleh wartawan BM kepada pemilik pangkalan LPG 3 kg tersebut, yang mengaku juga seorang wartawan, “Dimana pangkalan Bapak dan Kenapa bapak bongkar dirumah salah satu warga.?” disana jawab pemilik pangkalan tersebut sambil mengajak wartawan BM ke rumahnya, yang mana berdekatan dengan tempat usaha pangkalan LPG nya, kurang-lebih 200 meter dari rumah warga, dimana tempat LPG dibongkar.

Setiba di rumah pemilik pangkalan itu, pemilik pangkalan tersebut menghubungi Kabid Perizinan Kastan, Disperindag Kabupaten Pelalawan via selulernya, dan mengadukan kejadian tersebut, “Ada wartawan dari Pekanbaru”. Sedang  berlanjut pembicaraan mereka via seluler, antara pemilik pangkalan LPG dengan Kastan, wartawan berinisial BM meminta hp pemilik pangkalan agar bisa bicara dengan Kabid tersebut, yang sebelumnya juga sering berkomunikasi via hp, terkait permasalahan Pangkalan LPG nakal di wilayah Kabupaten Pelalawan.

BM memperkenalkan namanya kembali kepada Kastan, yang sudah tidak asing lagi. BM mempertanyakan kepada Kastan, “Apakah seperti ini Standar Operating Procedure (SOP) dalam penyaluran LPG 3 kg bersubsidi untuk masyarakat miskin di Kabupaten Pelalawan ini Pak Kastan ? Jawab Kastan, itu wewenang Afrizal selaku Kasi, BM meminta nomor kontak Afrizal kepada Kastan, ia saya mau sholat dulu, habis sholat saya kirim,” pungkas Kastan.

Loading...

1 jam berlalu, nomor Afrizal tak kunjung dikirim, BM berusaha mendapatkan nomor Afrizal, dan menghubunginya berkali-kali, namun tidak direspon. Pemilik pangkalan kebingungan dengan pertanyaan wartawan BM, seakan-akan, siapa lagi yang akan dihubungi nya. Pemilik pangkalan tersebut  mengatakan kepada BM, “saya bermain seperti ini, untuk wartawan juga, sambil menghubungi 2 orang wartawan agar bisa datang kerumahnya”.

Beberapa menit kemudian, 2 orang oknum wartawan, dan salah satu diantaranya, memakai atribut PWI yang berinisial S B, tiba dirumah pemilik pangkalan tersebut, dan bertanya kepada BM, “Dari mana”  BM menjawab dari Pekanbaru, “saling menghargai aja sesama wartawan, ini teman kita, saya yang menjamin,” pungkas S.

Sepertinya 2 orang oknum wartawan PWI tersebut, diduga membackup pangkalan nakal. BM mengatakan kepada 2 oknum PWI itu, “saya tidak terima, pemilik pangakalan tadi mengatakan kepada saya, bahwa ia memberikan kontribusi hasil penjualan LPG 3kg seperti ini  kepada wartawan juga”. Sementara YN terus mencari informasi kepada warga setempat. Menurut keterangan beberapa orang warga setempat, pangkalan tersebut tidak pernah ada gas, pemilik pangkalan LPG  tersebut, selalu mengantarkan gas ke rumah yang sebelumnya diketahui tempat ia menurunkan LPG tadi, itu adalah penampung, ia membayar kepada pemilik pangkalan itu seharga Rp 23.000, kami membeli LPG kesana, dengan harga Rp 28.000 s/d Rp 30.000,” jelas salah seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Terkait penyaluran LPG 3 kg bersubsidi untuk masyarakat miskin di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, juga kerap sekali ditemukan Pangkalan nakal,  diduga ada permainan dari oknum Instansi Pemerintah dalam pemberian izin pangkalan LPG 3 kg, setiap kali dikonfirmasi, sepertinya ada kong kalikong saja. Kepada pemerintah Provinsi Riau dan BPH-MIGAS, agar dapat mengevaluasi kembali tentang penyaluran LPG 3 kg untuk masyarakat miskin di Kabupaten Pelalawan Riau.***[Budiman]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *