“Maria Abdi Allah dan Abdi Manusia” (Renungan Harian Selasa, 08/09/2020 Matius 1:18-19 Oleh: Sr. Rosalia Tilman, SSpS)

NKRIPOST, MALAKA – Hari ini, Gereja Katolik sejagad merayakan Hari Raya Lahirnya Sanga Perawan Maria. Berbicara tentang Maria, tidak terlepas dari peranan Puteranya. Melalui rahim Maria, Allah berkarya, menurunkan keselamatanNya untuk umat manusia.

Bunda Maria melahirkan Yesus Putera Allah, dan karena itu, ia disebut Bunda Allah. Pada Waktu Maria bertunangan dengan Yusuf ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup bersama sebagai suami istri. Dan karena itu, Yusuf berniat secara diam-diam, ingin menceraikan Maria, tetapi Yusuf tidak mengambil keputusan itu, karena ia tahu bahwa semua perbuatan itu bukanlah kehendak Maria tetapi karena kehendak Tuhan.

Para sahabat semua yang terkasih dalam Kristus, Santa Perawan Maria dalam teologi Iman katolik, mendapat posisi yang sangat strategis; karena Maria adalah wanita yang dipilih Allah untuk tugas penyelamatan dunia. Maria adalah ibu dari Putra Allah atau Bunda Penyelamat.

Dengan ikut sertakan Maria dalam karya penyelamatan ini maka, martabat manusia tidak disepelehkan oleh Allah, malah Allah justru mengangkat harkat dan martabat manusia.

Keterbukaan, kesiapsediaan dan persetujuan Maria terhadap tawaran Malaikat Tuhan merupakan tanda kesediaan umat beriman untuk menerima Sabda Allah, dan benar, Sabda itu telah menjadi daging dan tinggal diantara kita.

Atas kesediaan Maria untuk menjawab ; terhadap tawaran Allah, membuat Allah yang dasyat dan Kudus, masuk dan tinggal daalam kesederhanaan dan kerapuhan Maria sama seperti bejana tanah liat.

Loading...

Tanpa Maria Yesus tak mungkin Yesus lahir, karena itu, upaya Maria menerima Allah dalam dirinya perlu ditadani oleh para beriman, tentang bagaimana seharusnya para beriman menerima Allah di dalam hatinya. Disini jelas bahwa Maria Abdi Allah manusia atau dengan kata lain memberi diri pada Allah dan manusia.

Tujuan merayakan pesta Santa Perawan Maria pada dasarnya adalah untuk bersyukur kepada Tuhan karena telah memenuhi janji keselamatan melalui Dia. Seperti yang Firman Tuhan dalam nubuat Nabi Mikha bahwa ;ia akan membiarkan mereka sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel.

Sr. Rosalia Y. Tilman, SSpS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *