Mari Membangun Supaya Lima Tahun Tidak Pasang Baliho

Kampanye Calon Bupati Dr. Simon Nahak, SH, MH di Desa Bisesmus

Nkripost, Malaka – Pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH berpasangan dengan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT mengajak warga Desa Bisesmus Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka agar terlibat dalam pembangunan.

Sehingga, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin dalam tingkatan apa saja tidak memasang baliho karena masyarakat bisa percaya, mengetahui rekam jejak dan prestasi kerja.

Demikian pendapat calon Bupati, Simon Nahak dalam orasi politiknya saat kampanye di Desa Bisesmus, Minggu (18/10/20).

Simon mengatakan pemimpin dipilih untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Pemimpin harus bekerja keras agar masyarakat bisa sejahtera. Sehingga, pada saatnya tetap dipercaya dan dikagumi. Kalau pembangunan itu berhasil, seorang pemimpin tidak mungkin memasang baliho jika ingin maju dalam sebuah momen tarung politik.

“Mari membangun supaya lima tahun tidak perlu pasang baliho,” kata Simon memberi pemahaman akan tugas seorang pemimpin.

Selanjutnya, keberhasilan seorang pemimpin tergantung pada sikap jujur, bersih dan tidak sombong dalam melayani masyarakat. SN-KT bersih dan tidak kotor, sehingga bisa membangun dan melayani tanpa membeda-bedakan kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok yang lain.

Loading...

Ketua Tim Kuasa Hukum SN-KT, Melkianus Conterius Seran ketika diberi kesempatan bicara mengatakan kemajuan daerah ditentukan pula pengelolaan pemerintahan yang bersih dan wibawa.

Dikatakan, pemimpin tidak boleh mengumbar janji. Karena, akan menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat, jika janji itu tidak dipenuhi. Masyarakat Malaka mengharapkan pemimpin yang konsisten dan mampu menempati janji. Karena janji yang tidak dipenuhi, akan menyusahkan masyarakat.

Di Malaka, kata Melkianus ada janji program pendidikan gratis dalam kepemimpinan lima tahun pasca pemekaran Kabupaten Malaka. Akan tetapi, lanjutnya janji pendidikan gratis itu perlu ditelusuri. Karena, belum tentu masyarakat Kabupaten Malaka seluruhnya merasakan program pendidikan gratis tersebut. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *