Mantan Kapolda Sumatera yang Kini Jadi Ketua RT di Kediaman Ferdy Sambo, Beber Kejanggalan di TKP

Mantan Kapolda Sumatera yang Kini Jadi Ketua RT di Kediaman Ferdy Sambo, Beber Kejanggalan di TKP

13 Juli 2022 0 By Tim Redaksi

INSPEKTUR Jenderal Polisi (Purn) Seno Sukarto selaku Ketua RT 05/01 Komplek Polri Duren Tiga, merasa geram atas kinerja jajaran Polri yang menangani kasus baku tembak di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Pasalnya, sampai Rabu, 13 Juli ini, kakek pensiunan pejabat tinggi di Kepolisian itu belum mendapatkan informasi apapun dari pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan hingga Mabes Polri terkait kejadian yang terjadi di wilayahnya.

Kakek berusia 84 tahun itu mengaku kesal lantaran dirinya sebagai Ketua RT di Komplek Polri Duren Tiga merasa tidak dihargai.

Padahal, Irjen (Purn) Seno Sukarto tercatat pernah menjabat sebagai Kapolda di Sumatera sebanyak 2 kali.

“Saya ini dianggap apa sih? Ini maaf saja ya. Saya ini Inspektur Jenderal loh. Saya ini Jenderal meskipun RT. Saya juga sesalkan, kenapa kok saya sebagai RT tidak dilapori ada kejadian itu, itu saja,” tegas alumni Akpol angkatan ke-9 Rajawali itu kepada VOI di kediamannya, Rabu, 12 Juli, sore.

Sejak awal kejadian baku tembak pada Jumat, 8 Juli, Seno sebagai Ketua RT setempat tidak diinformasikan adanya peristiwa berdarah itu.

Kemudian saat dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) pada Jumat, 8 Juli, malam, Seno juga mengaku tidak mengetahui karena tidak ada laporan.

Beberapa kegiatan Kepolisian yang dilakukan di TKP hingga terakhir, Puslabfor dan Tim Inafis Bareskrim Polri kembali mendatangi TKP rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Ketua RT yang juga mantan Kapolda itu masih tidak mendapatkan kabar atau informasi perihal kegiatan di wilayahnya itu.

“Sampai sekarang aja, saya ketemu aja engga. Terus terang aja, saya kesal tidak dihargai,” geramnya.

Meski dirinya saat ini hanya sebagai pengurus RT di Komplek Polri Duren Tiga, Seno mengatakan jabatan terakhir dirinya sebagai Asrena Kapolri dengan pangkat terakhir sebagai Irjen.

“Jadi saya sangat tersinggung juga dalam hal ini. Terang – terangan saja saya. Sama sekali tidak ada laporan. Jabatan terakhir saya (sebagai) Asrena Kapolri (Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran) dengan pangkat Irjen (bintang dua), sama dengan Sambo,” tegasnya.

Seno Sukarto mengatakan berdasarkan laporan sekuriti yang berjaga saat malam kejadian penembakan tersebut, bahwa salah satu kamera CCTV diganti oleh seseorang yang mengaku dari Bareskrim Polri.

“Satu satpam lagi laporan pada saya, bahwa CCTV di situ diganti katanya dari Bareskrim. Gitu laporan dari satpam kepada saya. Hanya itu,” ujar Seno dikonfirmasi Rabu 13 Juli 2022.

Seno yang juga purnawirawan Polri itu juga mengatakan saat kejadian penembakan tersebut ada dua anggota sekuriti yang berjaga, dimana diketahui jarak rumah TKP dengan pos sekuriti hanya berjarak kurang dari 10 meter.

Artinya, peristiwa penembakan itu dapat didengar dan segera diketahui oleh dua petugas sekuriti yang sedang bertugas.

“Saya kan ada 2 satpam, yang satu saya tanyai ada suara tembakan? Dia (salah satu sekuriti) bilang tidak dengar apa-apa. (tapi salah satu sekuriti inisial MJ bilang) Saya waktu itu 3 orang sama supir di pos (keamanan) mendengar hanya suara petasan jadi engga digubris,” ujarnya.

Seno melanjutkan, masih berdasarkan laporan sekuriti, saat kejadian penembakan yang terjadi Jumat 8 Juli 2022 malam itu, rumah Irjen Ferdy Sambo didatangi oleh sejumlah orang.

Salah satu sekuriti mengetahui adanya keramaian di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Kemudian, salah satu sekuriti berusaha menanyakan perihal keramaian di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Namun, hanya dijawab oleh kawanan orang tersebut bahwa ada acara biasa saja.

“Kemudian malamnya kok kumpul banyak orang, banyak mobil. Ramai-ramai, waktu ditanya ada acara, hanya acara biasa aja. Sehingga satpam pun tidak terlalu menanggapi. Kemudian (ada yang bilang ke sekuriti) kamu tenang aja di pos,” ungkapnya

Menurut Seno,sejumlah orang yang berkumpul di rumah Irjen Ferdy Sambo pada malam itu semuanya anggota Kepolisian.

“Rata-rata dari luar, dari Propam semua. Yang (Jumat) malam itu. Katanya dari Propam (Polri),” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Jumat, 8 Juli sekitar pukul 17.00 WIB, Brigadir Nopryansah Josua Hutabarat ditemukan tewas bersimbah darah di dekat tangga di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga.

(NKRIPOST/Voi)