SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Mabbulo, Petani Sidrap Khawatir Datangnya Bencana Akibat Tambang Berpindah Pindah

BAGIKAN :

Nkripost, Sidrap – Kegiatan adat mabbulo dihadiri puluhan ketua poktan yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani diwarnai kekhawatiran oleh kegiatan tambang yang makin mendekati fasilitas umum, pemukiman dan berpotensi merusak jalan raya desa Bila Riase kecamatan pitu riase kabupaten Sidrap, Sabtu 18/07/2017.

Mabbulo ini dilaksanakan di Sanggar tani desa Bila Riase dihadiri oleh Kades Sirajuddin, SE, Kepala BPPP Ladda, SST, Anggota BPD, Tokohmasyarakat dan Puluhan Ketua Poktan. Tudang sipulung ini dirangkaiakan dengan pemilihan ketua Gapoktan, secara aklamasi menunjuk kembali H.Abd. Halim sebagai ketua.
Dalam sambutan acara Mabbulo, Ketua Gapoktan H. Abd. Halim mengingatkan peserta yang hadir untuk selalu waspada “‘sebab bencana alam yang terjadi akibat ulah tangan manusia”. Ujar ketua Gapoktan ini

Andi Tenri Sangka yang ikut hadir dalam acara Mabbulo ini menjelaskan, Sejak dua bulan lalu, ada kegiatan tambang beroperasi dengan cara berpindah-pindah dan menunjukkan Kerusakan yang nyata, muncul kubangan baru yang berdampak abrasi dan dapat merusak bendungan, serta memicu pendangkalan sungai, tutur Andi Tenri Sangka yang turut hadir di acara Mabbulo tersebut

“kegiatan tambang ini sangat meresahkan, “Ingat, dulu sebelum bendungan ada bagaimana susahnya perekonomian sidrap timur khususnya warga desa bila, saya sendiri merasakan susahnya biaya pendidikan dari orang tua, tapi sejak bendungan ini ada persis saya semester akhir tahun 1996, orang tua baru bisa belikan saya sepeda motor, ujar andi Kenkeng

Menurut Andi Tenri sangka, “saya heran sebelumnya tambang ini beroperasi dilokasi lain jaraknya kurang lebih 300 meter tapi saat ini, berpindah memasuki wilayah Soddoe diarea pemukiman warga dan fasilitas umum , jadi pola tambang ini berpindah-pindah” ungkap Mantan ketua Senat mahasiswa STIEM ini

Dalam rekaman videonya Andi tenri yang diterima redaksi, nampak sebuah alat berat exavator bertuliskan UD. Ahmad, seta kubangan seluas satu ha berbentuk L yang berhubungan langsung dengan sungai, dimana kubangan ini sudah menyentuh jalan yang menjadi akses warga untuk menyeberang ke desa lain, paling tidak berjarak 30 meter dari rumah warga dan 5 meter persis sisi kiri lapangan sepak bola soddoe desa bila riase.

Loading...

keresahan Andi Kenkeng bukan tanpa alasan, kegiatan tambang berpotensi merusak karena beroperasi dekat pemukiman warga dan fasilitas umum, “jangan karena mengantongi izin, tambang beroperasi secara membabi buta mengorbankan kepentingan masyarakat dapat memicu korban jiwa akibat bencana longsor, banjir dan bencana alam lainnya akibat ulah tangan manusia, sebagaimana sambutan ketua Gapoktan H. Abd Halim dalam acara mabuulo ini, Kutip pria yang biasa dipanggil Andi kenkeng ini

Untuk diketahui, Sungai Bila merupakan sungai yang bermuara ke kabupaten Danau tempe kabupaten wajo, tahun 1995 dibangun bendungan oleh pemerintah pusat dan mngairi 7.488 ha dan menjadi sumber air bagi puluhan ribu warga Sidrap hingga warga kabupaten Wajo.

Andi tenri sangka menegaskan, saya sudah mewakafkan hidup saya berjuang demi menjaga keberlanjutan bendungan sungai bila tersebut” Pungkasnya

Terbitkan Pada: 20 Juli 2020 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami