Kategori
DAERAH

Luar biasa, di Tengah Karnaval Remaja TeBe RK Sambil Pungut Sampah di Jalan Menuju Finish

BAGIKAN :
Foto : Celi Surya, Ketua Panitia.

NTT, NKRIPOST – Di tengah kegiatan karnaval, Komunitas Teman Belajar Remaja Kota Kupang (TeBe RK) melakukan hal yang sangat berbeda, sambil jalan juga memungut sampah mulai star hingga ke garis finish, sesuatu yang luar biasa di lakukan pada Karnaval, senin, 19 Agustus 2019.

Celi Surya sebagai Ketua Panitia kepada awak media menyampaikan bahwa dalam rangka merayakan Karnaval Budaya Kota Kupang tahun 2019,  Kami Komunitas Teman Belajar Remaja Kota Kupang (TeBe RK) Komunitas remaja ragam identitas  yang fokus pada isu Hak Kesehatan Seksual Reproduksi (HKSR) dalam momentum merayakan Karnaval Budaya Kota Kupang, kami sebagai remaja mengajak seluruh komponen masyarakat kota kupang untuk menghayati secara dalam arti berbudaya, kita tidak hanya memakai pakaian adat dengan memakai dan dengan bangga menampilkan ke bublik tetapi juga hidup dalam lingkungan sebagai manusia yang benar-benar berbudaya.” Terangnya.

Tahun 2016, Instituta Hak Asasi Perempuan (IHAP) melakukan survei pada remaja menemukan bahwa satu dari dua remaja di kota kupang menyatakan bahwa pernah megalami kekerasan berbasis gender dan seksualitas, dimana 3 dari 5 remaja perempuan pernah dipaksa berhubungan seks oleh pacarnya. Dan satu dari dua remaja pernah mendengar kasus kehamilan yang tidak di rencanakan dan aborsi tidak aman yang dilakukan oleh sebaya mereka. Tentunya ini bukan jumlah yang sedikit, dan masalah seperti ini adalah masalah sosial juga masalah kita bersama.”Tambah Celi.

Foto, Nando Rure, pungut sampah

Selanjutnya Nando Rure, sebagai salah satu anggota TeBe RK, di tengah kegiatan karnaval sepanjang rute ia bersama teman lainnya memungut sampah seperti bekas plastik, bekas botol aqua, gelas aqua dan lainnya yang berserahkan di sepanjang jalan menuju titik finish karnaval hari ini, ketika di awak media ia menyampaikan bahwa kita sebagai remaja harus menjadi contoh untuk orang lain, dan sikap ini terlebih dahulu harus di mulai dari diri sendiri.” Ungkapnya.

“Kami di TeBe ini sudah belajar banyak hal, tinggal bagaimana bisa melakukan di masyarakat dan terutama di mata remaja-remaja yang lain, mari kita budidayakan kebiasaan memungut sampah dengan tidak perlu di perintah dulu tapi sadar dari diri sendiri, cintailah lingkungan kita dimanapun kita berada untuk kita juga yang lebih baik ke depannya”. Ujar Nando mengakhiri.

Penulis: Fiand

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *