LSM Respec Angkat Bicara, Pembangunan Kantor Camat Gunung Kerinci Rawan masalah

NKRIPOST.Jambi | Kerinci –  Selain kangkangi Undang – Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pembangunan kantor Camat Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, yang penah di beritakan NKRIpost. pada waktu lalu pembangunan kantor camat tersebut juga terkesan dugaan pekerjaan asal jadi.

Atas dugaan tersebut, Doni Antonius, ketua Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Resfec, Kabupaten Kerinci di media NKRIpost, 23 nov 2020, angkat bicara, “Pembangunan kantor camat gunung kerinci,  diduga rawan masalah, mulai dari rencana pembangunan yang tidak lagi mengacu pada ketentuan peraturan daerah tentang kepemilikan aset daerah yang merupakan aset tetap milik Pemerintah Kabupaten kerinci, yang mana sebelum pebongkaran dilaksanakan sebagai mana seharusnya sudah mendapat persetujuan dari Kepala Daerah dan DPRD, Kabupaten Kerinci.

Akan tetapi semua itu tidak pernah dilaksanakan,  terbukti dengan tidak pernahnya  dijawab surat klarifikasi dari LSM RESPECT no.114/S.P.K.Resspect. tangal 19 oktober.2020  yang disampaikan kepada Camat Gunung Kerinci, Selhanudin selaku Penguna Angaran (PA). Perihal saran dan pendapat serta klarifikasi terhadap kegiatan pembangunan kantor Camat Gunung kerinci, sehingga menguatkan dugaan dalam pelaksanaan proyek tersebut bermasalah.   

 Disisi lain menyangkut fisik bangunan dimasa kontrak yang sedikit lagi efektif bisa dibilang kurang satu bulan lagi ditambah dengan cuaca musim hujan sementara bangunan yang direncanakan  dua (2) tingkat sementara pekerjaan  terlaksana satu tingkat saja belum rampung, jika pihak PPTK berserta pengguna anggaran (PA) tidak tegas terhadap rekanan yang melaksanakan pekerjaan pembangunan, dapat Dipastikan nantinya  pekerjaan akan berakhir pada  kegagalan Konstruksi bahkan bisa dipastikan pekerjaan terancam putus kontrak jika rekanan tidak berkeinginan, maka akan mendapatkan sangsi pinalti/denda 1/100 . Perharinya” ungkap Doni.

Hal yang sama juga diungkapkan sumber yang nama nya enggan di sebutkan media ini, “dari pantauan , altivitas pekerjaan di kantor Camat Gunung Kerinci, tidak membutuhkan fasilitas kantor yang megah, padahal kantor yang lama masih sangat layak digunakan, hanya perlu peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sehingga sangat tidak perlu menghabiskan anggaran negara yang besar untuk bangunan kantor camat yang baru, padahal masih banyak anggaran yang dibutuhkan bidang pembangunan lainnya. Sangat disayangkan motto Kerinci Lebih Baik dan Berkeadilan tidak bergeming saat ini, hanya terucap motto saat kampanye saja”. Ujar sumber.

Loading...

Saat di konfirmasi media ini dengan pihak pemborong, tentang pembangunan melalui via Whatsapp, mendapatkan jawaban, “Fungsi dari pagar pengaman proyek antara lain adalah :Membatasi area proyek untuk menjamin keamanan dan keselamatan karena di area proyek terdapat banyak risiko bahaya. 

Selain itu juga kadang pada pagar sementara dipasang tentang identitas proyek yang sedang dibangun. 

Bukan untuk menghindar dari pengawasan lsm dan wartawan.. Sering sekali rekan lsm dan wartawan masuk kedalam dengan menggedor pintu.. Pasti dibuka, terus kalau ada tamu mau masuk belum pernah terkunci sama sekali.. Dan mengenai tenaga kerja asal ada permintaan dari orang setempat mau kerja pasti kita ikut sertakan dan untuk saat ini masih ada org setempat yg kerja. 

Loading...

Dan masalah papan proyek sebelum saya kerja dan sudah berkontrak sdh saya tempel dilokasi kerja. Ungkapnya.

Pertanyaan terakhir sempat tidak dijawab, Pembangunannya rehab apa bangunan baru,,, ? Dan siapa yang mengeluarkan izin untuk perobohan pembongkaran aset/kantor yg lama. Bupati, camat, Dan juga, apa boleh kami melihat gambar perencanaan atau RAB nya,,,? 
Sampai berita ini di turunkan belum ada jawabannya.  **(Harman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *