Lima Kali Geruduk KPK, Karyawan PT. Palma Satu Belum Mendapatkan Jawaban KPK

BAGIKAN :
Video Aksi Karyawan PT. Palma Satu di KPK

JAKARTA – Setelah berkali – kali karyawan kebun kelapa sawit PT Palma Satu melakukan unjuk rasa di depan KPK terpantau mulai pada tanggal 31 Oktober, 1 November, 11 November sampai 12 november 2019 dan hari ini karyawan PT Palma Satu kembali datangi KPK Kamis 21/11/2019.

Kedatangan karyawan PT Palma Satu ke KPK pada  kali yang kelima dikarenakan KPK sampai saat ini belum memberikan satu jawaban yang pasti atas kegelisahan yang di rasakan oleh 1100 karyawan kebun kelapa sawit PT Palma satu.

Dalam Orasinya, kehadiran perwakilan Karyawan PT Palma Satu pada kali kelima ini ingin menagih informasi salah seorang karyawan bagian humas KPK yang sempat menemui perwakilan karyawan kebun kelapa sawit PT Palma Satu pada aksi sebelumnya yang memberikan informasi akan ada respon dari pihak kpk terhadap tuntutan PT Palma Satu setelah 10 (sepuluh) hari kerja sejak suratnya di terima tanggal 1 november 2019.

Tambahnya dalam orasi, tersebut sudah 4 (empat) kali karyawan kebun kelapa sawit PT Palma satu menyampaikan aspirasi secara langsung di Gedung KPK dan juga sudah berkali kali menyampaikan surat kepada KPK, namun hingga hari kamis tanggal 21 november 2019 KPK belum memberikan jawaban kepastian terhadap tuntutan Karyawan kebun kelapa sawit PT Palma satu. Untuk itu semua semangat yang sama hari ini kami datang kembali guna meminta KPK untuk segera membuka pemblokiran rekening PT Palma Satu demi ribuan rakyat kecil yang hak haknya sangat di rugikam akibat tindakan pemblokiran rekening perusahaan oleh KPK.

Masih di tempat yang sama orator perwakilan PT Palma Satu mengungkapkan dalam tuntutannya karyawan kebun kelapa sawit PT Palma Satu tersebut menuntut KPK untuk segera membuka blokir rekening PT Palma Satu yang di blokir oleh KPK.

Menurutnya, Akibat yang sangat di rasakan karyawan kebun kelapa sawit belum bisa menerima gaji, belum menerima catu beras, bahkan perusahaan terancam akan tutup operasionalnya sehingga ancaman PHK terhadap 1100 karyawan bukan suatu hal yg mustahil akan terjadi.

Selain itu dalam orasi yang di lakukan oleh perwakilan karyawan kebun kelapa sawit PT Palma Satu juga menyampaikan bahwa pihaknya bukan membela koruptor, tapi menutut hak, karena pihaknya terancam di PHK bahkan anak – anak terancam putus sekolah karena keputusan KPK yang melupakan Sila Ke-Lima Pacasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

Lanjutnya, KPK selaku lembaga penegakan hukum yang independen dan mempunyai kekuatan penuh,sehingga jangan tebang pilih dan diskriminasi dalam penegakan hukum .

Menurutnya ada OTT kasus suap PT Bina Sawit Abadi Pratama yang jelas secara nyata dan bukti namun korporasi dan pemilik tidak di tetapkan sebagai tersangka dan rekening perusahaan nya tidak di blokir.Tetapi pada kasus PT Palma satu, Korporasi dan pemilik di jadikan tersangkadan rekening perusahaan langsung di blokir.

selain itu juga menurutnya, tebang pilih dan diskriminasi juga di rasakan mengingat ratusan perusahaan terkait kawasan hutan namun hanya PT Palma satu saja yang di tindak.

Ditambahkannya, Bahwa melihat fakta yang dialaminya saat ini, agar jangan sampai terjadi kembali pada masa yang mendatang maka pihaknya mendukung penuh Rencana Pemerintah membentuk Dewan Pengawas (Dewas) KPK sebagai tempat pengaduan jika terjadi kembali seperti yang di alaminya.

Pihaknya juga mempertanyakan kenapa rezim KPK yang berkuasa saat ini sangat anti terhadap pembentukan dewan pengawas KPK?

Karyawan PT Palma Satu juga menuntut keadilan serta keberanian KPK untuk segera membuka pemblokiran rekening PT Palma Satu agar hak – hak kami tidak terzolimi dan keadilan sosial dalam penegakan hukum dapat terwujud.(**)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami