NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Liga Mahasiswa NasDem NTT Soroti Tingginya Kasus HIV & AIDS Di Kota Kupang dan Belu

BAGIKAN :
Foto ketua liga mahasiswa NasDem Wilayah Provinsi NTT.

Kupang – Liga Mahasiswa NasDem Komite Wilayah Nusa Tenggara Timur menggelar diskusi sebagai rangka memperingati hari HIV dan AIDS pada( 01/12/2019) di Lasiana, Kota Kupang.

Dalam diskusi yang berlangsung anggota dan pengurus memberikan pandangan terhadap perkembangan kasus HIV dan AIDS yang terjadi sesuai data. Sampai dengan Agustus 2019, kasus HIV dan AIDS sudah menelan jiwa sebanyak 1.369 orang. Dari jumlah itu, kasus meninggal dunia tertinggi di Kabupaten Belu, yakni 248 orang. Terkait data kasus HIV dan AIDS, jumlah kasus terbanyak di Kota Kupang, yakni sebanyak 1.454 kasus dengan meninggal 67 orang.

Yoan Niron, Ketua Wilayah Liga Mahasiswa NasDem saat mengkonfirmasi kepada media.

” Kami melihat pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Belu musti melakukan gebrakan dengan peningkatan progam yang lebih melibatkan semua lintas sektor terutama VCT atau pemeriksaan sampel darah. Pemeriksaan seperti ini jangan cuman turun ke masyaraka saja harus juga melibatkan instansi pemerintah dan swasta. Angka terbesar selalu ditemukan Ibu Rumah Tangga padahal kelompok resiko seperti PSK tidak, menurut analisa kami pemeriksaan VCT selama ini pasti partisipasinya lebih banyak IRT. Kalau bisa ada himbauan ataukah semacam Peraturan Daerah yang kemudian mengikat masyarakat secara keseluruhan untuk diperiksa darahnya.

Foto bersama ketua dan anggota Liga Mahasiswa NasDem.

” Kami yakin akan lebih jelas angka dan datanya, karena kami mencoba menganalisa secara out of the box. Kalau mekanisme berdasarkan kesadaran sendiri yang akan begitu – begitu saja, coba lakukan untuk pemeriksaan ke sekolah menengah, perguruan tinggi serta sektor lembaga atau instansi lainnya. Dugaan kami pastilah datanya bisa beda,”Ujarnya.

Peningkatan Stigma buruk pada ODHA juga musti diajarkan secara terus menerus. Penyuluhan dan langkah preventif semacam pembagian kondom dirasa masih belum cukup karena data menunjukkan diatas 1.000 kasus maka Fenomen nya ialah akan ada kelipatan atau penambahan lagi untuk orang – orang tersebut sebagaimana di kota Kupang telah menutup salah satu tempat lokalisasi padahal salah satu bentuk mencegah yang paling tepat ialah dengan melakukan pemantauan dan pemeriksaan pada kelompok beresiko dalam satu tempat ketimbang memulangkan sehingga bisa saja liar dan tidak bisa tercover penanganannya.

Loading...

” Khusus pemerintah Kupang, kami melihat kurang konsistensi karena telah menutup KD sedangkan tempat – tempat lain masih menggulirkan prostitusi. Kami menduga Pemkot tebang pilih dan juga yang musti diwaspadai terhadap dampaknya dan kalau bisa tingkat preventif lainnya yaitu dengan melibatkan peran setiap keluarga dimasyarakat selain gereja dan lembaga pendidikan juga harus dioptimalkan pada perilaku menyimpang seperti sex bebas dan berganti – ganti pasangan,”. Ujarnya.(**)

Terbitkan Pada: 8 Desember 2019 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami