Lebih Dekat Mengenal Emanuel Bria Putra Malaka yang Potensial

Emanuel Bria (EB) Bakal Calon Bupati Malaka

Malaka, NKRIPOST – Emanuel Bria (EB) adalah putra asli Malaka kelahiran Rabasa Hain yang kini sukses di Ibukota dan ingin kembali membangun Malaka dengan mencalonkan dirinya sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Malaka.

Dewan Pengurus Pusat (DPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Departemen
Energi dan Sumber Daya Alam
ini memilih Roy Tei Seran (RTS) sebagai bakal calon wakil bupati mendampinginya. Roy Tei Seran sendiri adalah filsuf muda alumnus Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui, Kupang, NTT.

Loading...

Sedikit Tentang Emanuel Bria (EB)

Lahir pada tanggal 16 November 1979, Emanuel Bria dibesarkan dalam lingkungan adat Rabasa yang sangat kental dengan budaya saling menghormati antar sesama. Eman Bria, begitu ia disapa, menamatkan sekolah dasarnya di kampung halamannya, SD Halibenaus, Kabupaten Malaka.

Setelah menamatkan Sekolah Dasarnya Eman Bria melanjutkan pendidikannya di Kota Dili, Ibukota Provinsi Timor – Timur saat itu (Sekarang Ibukota RDTL). Di sana dia habiskan waktu 6 tahun untuk menyelesaikan studinya di jenjang sekolah lanjutan pertama (SMP) dan jenjang atas (SMA). Almamaternya adalah SMP Kristal dan SMU Kolese Santo Yoseph Kota Dili. Di kota Dili, Eman Bria tinggal bersama pamannya yang kebetulan bekerja di sana.

Berbekal ijazah SLTA-nya Eman Bria merasa ada panggilan hidup membiara dalam batinnya. Mewujudkan niat sucinya, Eman Bria akhirnya memilih serikat Salesian Don Bosco (SDB) sebagai tempat untuk menuntut ilmu dan memberi diri untuk hidup membiara menjadi Missionaris. Tarekat SDB ini berpusat di Jakarta. Eman Bria akhirnya harus ke ibukota untuk mewujudkan cita – citanya menjadi imam katolik.

Selama hidup dalam biara SDB, Eman Bria menyelesaikan studi Filsafatnya di STF Driyarkara Jakarta. Bertahun hidup sebagai Seminaris, Eman Biara mendapat banyak pengalaman yang luar biasa. Di saat itu, Eman Bria dididik dan dibina oleh para pastor SDB untuk menjadi Missionaris. Tentu, pengalaman rohani dalam hidup membiaranya sudah matang.

Kembali pada sabda Tuhan dalam ayat di Injil, banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Eman Bria akhirnya memilih kembali hidup sebagai kaum awam. Jubah biaranya dilepas.

Loading...

Singkat cerita, Eman Bria bertemu pasangan hidup dan cinta sejatinya Rachel Cicilia Tuerah. Kedua pasangan ini sangat unik. Mereka berdua lahir di hari, bulan dan tahun yang sama yakni 16 November 1979.

Pilkada Malaka

Emanuel Bria dan Roy Tei Seran atau yang sudah dikenal publik Malaka dengan sebutan EB – RTS ini memutuskan untuk membangun Malaka dengan mencalonkan diri sebagai Bupati dan wakil Bupati. Dengan semangat mencintai dan melayani, dua putra terbaik Kabupaten Malaka ini siap bertarung di Pilkada Malaka nanti.

Emanuel Bria adalah kader PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) sebagai pengurus DPP bidang Departemen Energi dan SDA. Sedangkan Roy Tei Seran adalah kader muda PDI Perjuangan DPC Kabupaten sebagai wakil ketua DPC.

Kabupaten Malaka adalah Daerah Otonomi Baru yang pisah dari kabupaten Belu pada tahun 2013 lalu. Daerah di wilayah pesisir selatan pulau Timor ini terkenal akan lahan pertaniannya yang subur. Namun, potensi sumber daya alam yang kaya ini belum maksimal digarap untuk kemakmuran masyarakatnya. Untuk itu Emanuel Bria bersama Roy Tei Seran, berniat membangun Malaka yang lebih bermartabat dan berbudaya serta unggul dalam hasil pertanian yang modern.

Dua anak muda potensial ini berharap agar semua masyarakat Malaka, meninggalkan gaya lama berpolitik yang sering memisahkan Foho (dataran tinggi) dan Fehan (dataran rendah).

” Mari kita bangun Kabupaten Malaka ini dengan berpolitik yang gembira dan santun bermartabat. Kita anak – anak Malaka yang berpotensi mengubah Malaka ini ke arah yang lebih baik,” kata Emanuel Bria, konsultan EITI Internasional Oslo Norwegia ini kepada NKRIPOST.COM, Minggu (03/05/2020).

Pendiri Forum Malaka Bangkit ( FMB ) ini juga sudah memiliki banyak pengalaman dalam dunia kerja profesional. Berikut adalah pengalam kerja putra asal kampung adat tua Rabasa. Pernah menjadi Konsultan EITI Internasional, Oslo di Norwegia (Februari 2020 – Sekarang). Konsultan, NRGI (Jan – Feb 2020), Perwakilan Indonesia, Natural Resource Governance Institute (NRGI) (2013- 2019). Sekarang dia juga sebagai Ketua Koperasi Digital Indonesia (KDI), NTT (2019 – Sekarang).

Selain itu Eman Bria juga menjadi dosen tamu Kebijakan Energi di Universitas Paramadina (2018 – 2019). Pengajar tata kelola energi dan pertambangan, program tahunan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,Universitas Gadjah Mada (UGM) (2014 – 2019).

Pernah juga menjadi manejer Asia Tenggara, Phnom Penh, Kamboja, Catholic Agency for Overseas Development (2012 –
2013), Fellow pada Fredrich Ebert Stiftung
(FES), Bonn, Jerman (2011), Manejer European Commission Program untuk masyarakat sipil di Timor Leste (2010 – 2012). Pada tahun 2008, pegiat sejarah Timor ini juga menjadi Manejer program perumahan rakyat bersama Habitat for Humanity Indonesia (2008 – 2010).

Lalu pada tahun 2006 dia menjadi Konsultan Analisa Dampak Ekonomi, Sosial dan lingkungan, PT. Maunsell yang bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Bank Pembangunan Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *