KRITIK UNTUK PEMUDA DI HARI SUMPAH PEMUDA

BAGIKAN :


Hendrikus Lepa Sabaora

Tepat di hari Sumpah Pemuda,  Mahasiswa Hendrikus Lepa Sabaora yang biasa di sapa Hendy, berasal dari Sumba Tengah dan sementara menuntut Ilmu di Universitas Nusa Cendana Kupang (Undana) , Fakultas Pertanian, jurusan Agribisnis ini mengkritk dan mengajak pemuda dalam memaknai Hari Sumpah Pemuda dengan perlunya berefleksi. Senin 28 Oktober  2019.

Sebuah kongres pemuda II yang dilakukan 91 tahun yang lalu 28 oktober 1928 melahirkan beberapa point kesepakatan pemuda dalam bersikap yang disebut dengan sumpah pemuda, untuk mengambil bagian dalam menentukan arah bangsa sebelum hari proklamasi kemerdekaan indonesia, pemuda diyakini mempunyai peran vital dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut sejarahnya pergerakan pemuda saat itu muncul ketika terbentuknya beberapa perhimpunan diantaranya Perhimpunan Indonesia dan Tri Koro Darmo. Perhimpunan inilah yang akan melahirkan organisasi kesukuan seperti jong java, jong ambon, jong batak, jong minahasa dan organisasi lainnya.

Sehingga ketika kita hari ini akan menyuarakan selamat hari lahirnya sumpah pemuda 28 oktober 1928, seakan pintu refleksi terbuka lebar untuk kembali melihat dan merenungkan apa yang telah diperjuangkan pemuda pahlawan bangsa saat itu.

Sejarah begitu banyak mencatat yang menjadi korban perjuangan pemuda pahlawan bangsa kala itu, tetapi kita lupa mengheningkan cipta. Seolah – olah bicara Lahirnya Sumpah pemuda cuma bicara kemenangan pemuda dalam berjuang tapi kita mengabaikan korban perjuangan pahlawan yang sudah memberikan badan untuk Negeri termakan tanah.

Situasi bangsa hari ini semakin sadis diporak-porandakan para penguasa mulai dari Hulu hingga Hilir yaitu pembuatan produk Hukum sampai pada perlindungan kapitalisme, tapi pemuda tak sedikit masih  nyaman memeluk bantal.  

         
Pemuda yang lupa kalau identitasnya sebagai pemuda yaitu sebagai alat perjuangan keadilan, tapi tak sedikit pemuda hari ini memposisikan diri sebagai koalisi pemerintah (mencari aman) , pemuda yang lupa kalau sejatinya semangat pemuda dalam perjuangan adalah upaya normalisasi jantung bangsa.

Bung Karno pernah berkata “berikanlah aku seribu orang tua akan ku cabut semeru dari akarnya dan berikanlah aku sepuluh pemuda akan ku guncangkan dunia”. Pernyataan itu bukan untuk gaga – gagahan dalam berpidato tapi karena bung karno meyakinkan kekuatan pemuda mempunyai peran yang luar biasa untuk bangsa ini.

Pemuda hari ini, berdiam memupuk lupa akan semangat perjuangan dan sibuk terlalu mengagung-agungkan rezim penguasa. Sehingga izinkan ku bertanya “apakah inilah pertanda sebuah kemajuan perjuangan pemuda atau inilah pertanda sebuah kemunduran perjuangan pemuda.

hidup_pemuda
hidup_mahasiswa

Salam: HendyLepa

Publikasi : 4 November 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami