KPK Periksa Anggota DPRD Kotim, Diduga Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bupati

BAGIKAN :

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami persoalan izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kasus yang menjerat Bupati Supian Hadi hingga menjadi tersangka itu juga diduga melibatkan Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur dari Fraksi PDIP Agus Seruyantara.

“Penyidik saat ini sedang mendalami keterangan saksi terkait proses pengurusan perizinan Usaha Pertambangan di Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Jumat (30/8).

Dalam kasus ini, Supian Hadi menerbitkan Surat Keputusan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi seluas 1.671 Hektar kepada PT FMA yang berada di kawasan hutan. Padahal, Supian mengetahui bahwa PT FMA belum memiliki sejumlah dokumen perizinan, seperti ijin lingkungan/AMDAL dan persyaratan lainnya yang belum lengkap.

Dalam kasus ini kerugian keuangan negara mencapai Rp 5,8 triliun dan USD 711 ribu yang dihitung dari eksplorasi hasil pertambangan bauksit, kerusakan lingkungan dan kerugian kehutanan akibat produksi dan kegiatan pertambangan yang dilakukan PT FMA, PT BI dan PT AIM.

Kerugian negara itu mengalahkan, kerugian negara pada kasus korupsi e-KTP sebesar Rp 2,3 triliun dan korupsi SKL BLBI sebesar Rp 4,58 triliun. Besaran dugaan kerugian negara dalam kasus yang menerpa Supian ini hanya dikalahkan oleh kerugian negara akibat dugaan korupsi kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Pada kasus Century, ditengarai negara mengalami kerugian sebesar Rp 7,4 triliun.

Atas perbuatannya tersebut, Supian dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(Kaltengpos)

Publikasi : 1 September 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami