Kisah Prabowo dan Yesi Anak Kupang

Kisah Prabowo dan Yesi Anak Kupang

Nkripost, Jakarta – Perjalanan hidup setiap manusia memiliki jalannya sendiri – sendiri yang telah di atur oleh yang maha kuasa tanpa seorang pun mengetahui akhirnya nanti.

Sebuah kisah Inspiratif antara Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dengan Yesi Anak Kupang yang di lansir dari facebook Aaron Jarsin.

Kisah Prabowo dan Yesi Anak Kupang

Bocah ini bernama Stenly Yesi Ndun (7). Bocah yang berasal dari desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kupang, NTT.

Yesi tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah uzur usia mereka. Yesi merupakan anak berkebutuhan khusus, yakni hanya memiliki satu kaki dan dibawa sejak lahir.

Loading...

Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya bernama Stela Ndun sudah ditinggal oleh bapak dan mamanya. Orang tua kandung mereka merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

Meski jauh dari perhatian orang tua ditambah fisiknya yang tak sempurna, Yesi tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat bambunya yang dibuat seadanya oleh sang nenek. Setiap hari Yesi menempuh jarak kurang lebih satu kilometer untuk capai sekolah, dengan berjalan kaki.

Bocah yang saat ini duduk di kelas 2 Sekolah Dasar Negeri Bijaesahan ini, bermimpi mempunyai kaki palsu. Namun orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh sawit di Kalimantan itu belum memiliki dana lebih untuk membeli.

Loading...

Sebuah foto viral beberapa bulan lalu, yesi yang berjalan tertatih dengan tongkat sebagai pengganti kakinya yang sebelah. Wajah mungilnya yang mengerenyit ditengah teriknya mentari, bertumpu sebelah lengan yang memegang tongkat agar langkahnya seimbang.

Yesi kecil menyusuri jalan pulang kerumahnya. Menyandang tas dengan seragam sekolah.

Foto itu viral dan sampai ke Menhan Prabowo. Dan beliau langsung tergerak untuk membantu Yesi memperoleh kaki bantu. Beberapa bulan sudah berjalan, kaki bantu untuk Yesi telah siap dan sudah dikenalkan pada Yesi. Seminggu lalu, Yesi mencoba kaki palsu itu untuk pertama kalinya.

Wajahnya sumringah, matanya berbinar walau ada keraguan dalam hatinya. “Apakah mungkin aku akan bisa berlari dengan kaki ini?”, mungkin itu yang Yesi katakan dalam hati.

Yesi mencoba kaki palsunya dan mulai memakainya untuk membiasakan diri. Hingga petugas kesehatan yang mengurus Yesi telah memutuskan Yesi telah siap menggunakan kaki palsunya.

Lihatlah ia..

Begitu gembira kala bertemu dengan orang yang telah peduli padanya. Sifat anak2nya memperlihatkan betapa ia sangat berterima kasih pada Menhan Prabowo.

Hari ini Yesi berkesempatan bertemu Menhan. Mengucapkan terima kasih dan bermohon pamit pada orang yang telah membantunya. Selama 3 minggu Yesi berada di Pusrehab Kemenhan RI dibawah pengawasan tenaga medis dan juga ahli psikologi untuk memulihkan mental dan penyesuaian dalam menggunakan kaki palsunya.

Loading...

Yesi gembira..

Saat ini dia sudah bisa berlari. Sudah bisa bermain dengan teman2nya yang normal. Sudah bisa memeluk nenek dan kakeknya dengan pijakan yang kokoh.

Esok saat kau dewasa, kisah ini akan menjadi jejak emas bagimu nak..

Teladani sifat orang yang berbicara denganmu dalam video itu. Berlarilah nak…kerjarlah cita-citamu.

Loading...

… (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *