Kisah Pilu Di Tangerang, Paman Gotong Sendiri Jenazah Keponakan, “HAYATI” Ketua KORPS Nusantara Sumsel Angkat Bicara..

BAGIKAN :

Jakarta – Kisah pilu yang dialami keluarga Almarhum Husein bocah malang yang dilaporkan tenggelam di Sungai Cisadane, dimana  Jenazah  bocah malang ini terpaksa digotong sendiri oleh pamannya dari Puskesmas Cikokol, Tangerang, Banten karena tidak mendapat fasilitas ambulans. 

Melihat kondisi ini mendapat respon dan tanggapan dari masyarakat yang turut merasa prihatin terhadap peristiwa yang di alami Almarhum Husen bersama keluarga.

Salah satu yang merasa Prihatin dan turut berduka cita datang dari Ketua KORPS Nusantara Provinsi Sumsel, Ibu Hayati. 

Melalui telepon seluler Hayati mengungkapkan turut berduka dan sangat prihatin dengan kondisi yang di alami keluarga Husein.

 “Saya turut berduka cita dan sangat prihatin dengan kondisi yang di alami keluarga Almarhum Husein, Seharusnya Puskesmas lebih tanggap dan lebih respect terhadap situasi, jangan terlalu berpatokan kepada SOP tanpa menghadirkan sebuah solusi alternatif sebagai sebuah kebijakan menyelesaikan persoalan warga atau pasien,” Ucap Hayati melalui telepon selulernya. 

Lebih lanjut Hayati mengungkapkan bahwa berdasakan pengalaman yang di alami keluarga Almarhum Husein ini maka Hayati akan mengusulkan dan memperjuangkan Ambulans dan mobil Jenazah gratis di semua puskemas di Provinsi Sumatra Selatan. 

“Melihat dari pegalaman yang di alami oleh keluarga Almahum Husein ini maka saya akan mengusulkan kepada seluruh SKPD terkait di Provinsi Sumsel dan memperjuangkannya terutama kepada Gubernur dan DPRD Sumsel agar menyediakan mobil ambulans dan mobil jenazah gratis di semua Puskesmas se Provinsi Sumsel, sehingga jangan sampai kejadian sangat memilukan yang di alami keluarga Almarhum Husein ini terjadi terjadi di Provinsi Sumsel,” Tambah Hayati mengakhiri.  

Tonton video kisah pilu, gendong Jensah karena Puskesmas menolak Meminjamkan mobil Jenasah..

Kisah pilu melengkapi kesedihan keluarga Husein, bocah berusia 8 tahun yang tewas tenggelam di Sungai Cisadane, Jumat 23 Agustus 2019 lalu. Jenazah bocah malang itu terpaksa digotong sendiri oleh pamannya dari Puskesmas Cikokol, Tangerang, Banten karena tidak mendapat fasilitas ambulans. 

Peristiwa bermula saat Husein dan temannya Fitrah (12) dilaporkan tenggelam di Sungai Cisadane. Husein ditemukan pada Jumat sore, sementara Fitrah baru ketemu malam harinya dalam kondisi meninggal dunia.

Husein langsung dilarikan ke puskesmas terdekat lantaran saat ditemukan dia sempat bernafas. Namun nyawanya tak terselamatkan karena terlalu banyak menelan air saat tenggelam.

Ayah Husein berusaha mengikhlaskan kepergian putranya. Dia kemudian meminta Puskesmas memberikan pinjaman jasa ambulans untuk pengantaran jenazah, namun permohonannya ditolak.

Petugas Puskesmas beralasan, ambulans tersebut hanya diperuntukkan mengantar pasien sakit, bukan jenazah. Hal itu berdasarkan berdasarkan standar operasi prosedur (SOP) dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

“Ini sudah menjadi SOP dari Dinas Kesehatan. Ambulans puskesmas hanya untuk mengangkut pasien,” ucap Suryadi, petugas Puskesmas Cikokol.

Tak pikir panjang, sang ayah kemudian memilih menggotong jenazah Husein berjalan kaki keluar puskesmas agar bisa segera sampai ke rumah dan dikebumikan.

Dengan wajah sedih, ayah Husein kemudian membawa jenazah putranya menuju jembatan penyeberangan orang (JPO). Melihat peristiwa yang memilukan tersebut, seorang pengendara menghentikan laju mobilnya dan memberikan tumpangan kepada ayah Husein.(***)

KORPS Nusantara

Publikasi : 25 Agustus 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami