Kisah dan Sosok 8 Profesor Termuda di Indonesia, Ada yang Berumur 25 Tahun, Ini Daftar Namanya

Kisah dan Sosok 8 Profesor Termuda di Indonesia, Ada yang Berumur 25 Tahun, Ini Daftar Namanya

6 Juli 2024 0 By Tim Redaksi

NKRIPOST.COM – Kisah dan sosok profesor termuda di Indonesia.

Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (6/7/2024), berikut daftar profesor yang sangat muda diindonesia.

1. Agus Pulung Sasmito

Daftar profesor termuda di Indonesia yang kedua adalah Agus Pulung Sasmito. Agus diketahui mengenyam pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada jurusan Teknik Fisika dan lulus di tahun 2005.

Pada tahun 2006, Agus Pulung berhasil meraih beasiswa untuk studi lanjut S2 di National University of Singapore (NUS) untuk jurusan Teknik Mesin.

Tahun kedua studi S2 tersebut, diberi tawaran untuk masuk ke program Direct PhD yang memfasilitasinya studi S3 tanpa perlu menyelesaikan S2.

Setelahnya, pendidikan dilanjutkan ke jenjang professorship dan lulus di tahun 2013.

Pada tahun yang sama, beliau resmi menjadi dosen di McGill University dan menjadi profesor di usia baru 32 tahun.

Baca Juga:

2. Firmanzah

Dosen UI (Universitas Indonesia) bernama Firmanzah juga menjadi salah satu profesor termuda di Indonesia. Pria kelahiran 7 Juli 1976 ini resmi menjadi profesor termuda di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada usia 34 tahun.

Tak hanya sukses memangku jabatan fungsional tinggi di dunia akademik, Firmanzah juga tercatat menjadi staf kepresidenan di tahun 2012 di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, Firmanzah juga sempat mengisi jabatan struktural sebagai rektor di Universitas Paramadina. Pada tahun 2021, Firmanzah berpulang dan disemayamkan di Bogor, Jawa Barat.

3. Nelson Tansu

Salah satu dosen di Indonesia yang berhasil menjadi profesor di usia cukup muda adalah Nelson Tansu. Nelson diketahui merupakan profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika, tepatnya di Lehigh University.

Pada usia 25 tahun, di tahun 2003 resmi menjadi profesor. Meskipun tidak berkiprah di akademik tanah air, pria kelahiran Medan pada tanggal 20 Oktober 1977 ini telah mengharumkan nama bangsa.

Nelson diketahui mengenyam pendidikan di Universitas Wisconsin melalui sebuah program beasiswa. Selama menjadi mahasiswa dan dosen, beliau juga menerima berbagai penghargaan dari Universitas Wisconsin-Madison dan Lehigh University.

Salah satu penemuan terbesarnya adalah penemuan teknologi pembuatan laser dan lampu LED. Lewat temuannya inilah, Nelson berkontribusi mengembangkan teknologi hemat energi lewat penggunaan lampu LED.

Baca Juga:

4. Muh Harun Achmad

Selanjutnya yang juga menjadi salah satu profesor termuda di Indonesia adalah Prof. Dr. drg. Muhammad Harun Achmad. Harun menjadi Guru Besar di  Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas (Universitas Hasanudin) di tahun 2018 ketika memasuki usia 47 tahun.

Harun sempat menjadi salah satu periset unggul Unhas di tahun 2019. Selain itu, karir akademik dan aktivitas penelitian sudah ditekuninya sejak tahun 1982.

Dosen Unhas satu ini juga sempat masuk ke dalam daftar Top 2 persen World Ranking dan menjadi salah satu ilmuwan dunia yang memiliki pengaruh secara global. Prestasinya ini tentu menjadi inspirasi bagi dosen lain di Indonesia.

Baca Juga: Ini Model KK Baru, Lihat Perbedaannya dengan KK lama – NKRIPOST.COM

5. Agung Endro

Dosen yang menjadi profesor termuda di Indonesia berikutnya adalah Prof. Agung Endro Nugroho, M.Si., Ph.D., Apt. Agung diketahui merupakan Guru Besar Fakultas Farmasi UGM dan resmi dilantik di tahun 2012 ketika memasuki usia 36 tahun.

Pria kelahiran Surakarta, 15 Januari 1976 ini merupakan mahasiswa Farmasi di UGM dan setelah lulus menjadi dosen di fakultas yang sama. Keberhasilannya menjadi Guru Besar di usia muda tidak terlepas dari upayanya fokus di bidang keilmuan spesifik.

Selain itu, dosen muda ini juga dikenal aktif menulis dan rajin melakukan publikasi terutama menerbitkan buku. Beberapa bukunya yang berhasil terbit adalah Buku Nasib Obat dan Aksi Obat di dalam Tubuh, buku Farmakologi Obat dan Buku Penanganan Hewan.

6. Ibnu Sina Chandranegara

Daftar profesor termuda di Indonesia berikutnya adalah Prof. Dr. Ibnu Sina Chandranegara, S.H., M.H.. Pelantikan sebagai Guru Besar bidang Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Muhammadiyah Jakarta resmi dilakukan pada 1 April 2023.

Ibnu diketahui meniti karir dosen di tahun 2011 dan tepat setelah 12 tahun karirnya berhasil mencapai puncak jabatan fungsional. Ketika dilantik menjadi profesor, usianya masih 33 tahun.

Pendidikan S1 dan S2 beliau ditempuh di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta. Semenara untuk jenjang S3 ditempuh di Universitas Gadjah Mada dan sukses menjalani karir sebagai dosen di Indonesia.

Baca Juga: Kantor Jhon LBF Membuka Lowongan Kerja Besar-besaran, Ini Cara Daftarnya – NKRIPOST.COM

7. Rully Charitas

Prof. Dr. Rully Charitas IP, SSi, M.Pd., diketahui juga menjadi salah satu profesor termuda di Indonesia. Rull berhasil menjadi Guru Besar Bidang Pendidikan Matematika di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Pelantikan resminya dilakukan pada 9 November 2022 dan masih di usia sangat muda, yakni 35 tahun. Atas prestasi ini bahkan berhasil mendapatkan mendapat sertifikat Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Dalam upacara pelantikan, Senior Customer Relations Manager MURI, Andre Purwandono memberikan ucapan selamat dan mengapresiasi pencapaiannya tersebut.

“Guru Besar Bidang Pendidikan Matematika di usia termuda, 35 tahun, atas nama Prof Dr Rully Charitas. Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Belajar matematika tidak semua orang menyukainya. Semoga ini menginspirasi generasi muda menyukai matematika,” kata Andre Purwandono.

Baca Juga: Mulai 1 Juli-31 Oktober 2024, BCA akan bagikan 500 Ribu-10 Juta ke Nasabah, Ini Caranya -NKRIPOST.COM

8. Andi Dian Permana

Andi Dian Permana juga menjadi salah satu profesor termuda di Indonesia yang resmi dilantik di usia 34 tahun. Melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nomor 48314/M/07/2023 resmi meraih Guru Besar di bidang ilmu sistem penghantaran obat dermal dan transdermal Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pria kelahiran Sidenreng Rappang 15 Februari 1989 ini diketahui menempuh studi S1, S2, dan profesi apoteker di Unhas. Sementara, gelar PhD (S3) diraih di Queen’s University Belfast.

Memiliki kecintaan di dunia pendidikan membuatnya memutuskan menjadi dosen di Unhas. Selain itu juga terbilang aktif menerima program hibah. Salah satunya hibah National Research and Innovation Agency – BRIN Research Grant 2023.

Pada, Selasa (11/6/2024) bertempat di Ruang Senat lantai 2 Rektorat Unhas Tamalanrea, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Prof Andi Dian Permana mengikuti proses pengukuhan guru besar.

Prof Andi Dian Permana dikukuhkan sebagai profesor bidang Penghantaran Obat Fakultas Farmasi Unhas.

Baca Juga: