Kirim 9.588 Data Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Dinas Koperasi Pekanbaru, Untuk Mendapatkan Bantuan Pemerintah Yang Terdampak Covid-19

NKRI POST.RIAU | Pekanbaru – Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Provinsi Riau akan memberikan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Diketahui, bantuan dari pusat, yakni bantuan presiden usaha mikro (BPUM), sedangkan provinsi melalui aplikasi Mata UMKM.

Menindaklanjuti itu, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Kota Pekanbaru sudah mengirimkan ribuan data pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

“Kita sudah mendata pelaku UMKM di Kota Pekanbaru yang terdampak Covid-19. Waktu itu kita sudah mengirim data ke provinsi lebih kurang 9.000. Diverifikasi oleh provinsi, akhirnya yang terverifikasi itu sebanyak 7.888. 7.888 ini begitu launching, provinsi kirim datanya ke pusat. Berarti kita yang sudah terdaftar itu sebanyak 7.888. Dan ini tentu di verifikasi ulang lagi oleh kementerian,” terang Kepala Diskop UMKM Kota Pekanbaru, Dr H Idrus SAg MAg kepada media, Jumat (18/9/2020).

“Kemudian pada tanggal 24 Agus sampai 29 Agustus  kita tetap mengimbau lagi pada pelaku UMKM di Kota Pekanbaru supaya mereka memasukkan data untuk mendapatkan bantuan ini. Akhirnya waktu yang tersisa lima hari itu, kita mendapatkan data pelaku UMKM itu sebanyak 1.700. 1.700 ini kita kirim lagi ke pusat. Berarti 7.888 ditambah 1.700  ini yang kita kirim ke pusat untuk mendapatkan bantuan presiden,” sambung Idrus.

Terkait aplikasi Https://mataumkm.riau.go id, disampaikan Idrus, saat ini masih dapat diakses oleh pelaku UMKM.

“Terkait mata umkm itu sampai sekarang masih bukak. Karena aplikasi masih bisa di akses dan memasukkan data masih bisa diterima. Mata umkm itu kewenangan provinsi. Tugas kita di kabupaten/kota hanya memfasilitasi pelaku UMKM untuk memasukkan data lewat mata umkm itu. Memverifikasinya bukan kita,” tutupnya.***[Buduman]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *