Kim Taolin Menungang Kuda Menuju DPC Partai Gerindra, Simon Nahak Rela Menunggu

BAGIKAN :

Malaka, NTT – Simon Nahak setelah mendaftar di Kantor DPC Partai Gerindra rela menunggu karena dikabarkan Kim Taolin ikut mendaftar pula, pada hari yang sama. di Laran, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Senin, (30/9/2019)

Kim Taolin, tampak menunggang kudanya menuju ke Kantor DPC Partai Gerindra. Diarak menggunakan ratusan sepeda motor dari simpatisannya. Setibanya Kim Taolin di Kantor DPC Partai Gerindra ia disambut baik oleh Panitia penerima Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Malaka.


Sesuai pantauan tim awak media Benny Candradinata bersama pengurusnya, berdiri pas didepan pintu masuk Kantor DPC Partai Gerindra. Terlihat Kim Taolin sebelum turun dari kudanya teriakan keras untuk simpatisannya bahwa “Kita Harus Bangkit!” Setelah itu, turun dari kudanya dan menjabat tangan lalu masuk kedalam Kantor untuk mendaftarkan dirinya.


Sementara Doktor Simon Nahak, daftar sebagai Calon Bupati dan Kim Taolin daftar sebagai Calon Wakil Bupati Malaka.
Simon berkeinginan untuk head to head alias berhadapan langsung dengan sang petahana, Dokter Stef Bria Seran (SBS).
“Saya akan tetap menjujung nilai-nilai budaya yang santun supaya kita tetap menghargai budaya dan etika kita sebagai orang Malaka dan akan lebih bagus kalau head to head itu akan menjadi lebih jantan dan itu yang saya harapkan,” tegasnya di hadapan wartawan usai mendaftar di Partai Gerindra Malaka.

Tentang program prioritasnya, Doktor Simon Nahak mengungkapkan bahwa sebagai orang yang berlatarbelakang  hukum, dirinya tentu memprioritaskan pemberantasan korupsi kolusi nepotisme (KKN) di Rai Malaka.

“Pemberantasn KKN secara tuntas itu saya akan lakukan dan itu program utama saya. Mengapa demikian negara ini menjadi miskin sebab tindak pidana korupsi terlalu tinggi dan juga nasib petani juga harus di perhatikan tidak berarti harus bikin revolusi tapi harus reformasi,” jelasnya.


Menurutnya, perhatian serius juga bagi petani karena Malaka ini 80 persen penduduk itu petani demikian juga tenaga pendidik lebih di perhatikan karena suatu daerah maju itu harus membuat masyarakatnya cerdas.


Program lainnya, lanjut Doktor Simon Nahak, adalah pariwisata karena pariwisata perlu dikembangkan, demikian juga ekonomi secara keseluruhan karena infrastruktur semuanya itu ada pada ekonomi.


“Saya akan mempresentasikan semua secara layak secara patut yang bisa dibaca yang bisa dicerna dan bisa dicermati oleh warga masyarakat.

Dan Saya hadir untuk melayani masyarakat bukan untuk dilayani jadi tidak perlu saya merepotkan masyarakat dan tidak usah euforia dengan banyak massa yang akan datang, semua ada waktunya ini tahap awal melamar di partai,” tegasnya.


Doktor Simon Nahak mengungkapkan dirinya akan malu jika suatu saat nanti dirinya tidak diakomodir oleh partai padahal datang daftar dengan ribuan massa repotkan orang tinggalkan keluarga, pekerjaan.


“Jadi janganlah dulu pasti ada waktunya. Jangan sampai yang datang begitu banyak tapi nantinya tidak memilih saya, jadi marilah kita sama-sama mendoakan supaya saya bisa ditetapkan untuk maju dan yang pasti saya akan maju dan siap untuk lawan,” pungkasnya.


Sedangkan terlihat pada sosok Kim Taolin, memilih menunggang kuda merupakan usaha untuk mengingatkan sejarah dan budaya.


“Saya adalah penunggang kuda dan ini adalah budaya Rai Malaka,” tandasnya.
Selain itu, ia menegaskan berkuda merupakan simbol pemimpin ksatria yang siap berperang merebut kekuasaan dan memanfaatkan kekuasaannya untuk kebaikan masyarakat Malaka.


Sementara Benni Chandradinata, ketua DPC Partai Gerindra Malaka itu, memberikan apresiasi dengan aksi berkuda Kim Taolin.
“Mereka memiliki hobi yang sama dengan pak Prabowo Subianto,” ungkap Benny (HarianMerdekaPost)

Publikasi : 21 Januari 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami