Kim Taolin, Calon Wakil Bupati Milenials di NTT

Kim Taolin

Nkripost, Malaka – Kim Taolin yang empunya nama lengkap Louise Lucky Taolin, Calon Wakil Bupati (cawabup) Malaka yang berpasangan dengan Calon Bupati (cabup), Dr. Simon Nahak, SH, MH dikenal sebagai cawabup milenials.

Sebutan itu cocok dikenakan ketika Cawabup Kim Taolin disandingkan dengan Cabup Simon, sosok yang penuh ramah dan penuh kebapakan. Mungkin benar, sehingga Cabup Simon terkadang menyapa Kim sebagai anak dalam orasi saat kampanye dan perjumpaan keluarga.

Informasi yang dihimpun, Cawabup Kim Taolin baru saja berumur 37 tahun. Dari sejumlah calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di sembilan kabupaten se-Provinsi NTT, Kim Taolin, cawabup termuda.

Itulah sebabnya, generasi muda Malaka baik kelompok pemuda maupun pemudi sangat menyukai Paslon SN-KT yang merupakan representasi generasi tua dan generasi muda. Partai pengusung seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Perindo memberikan keputusan SN-KT karena alasan representasi selain alasan lain seperti komitmen pemberantasan korupsi.

Puluhan kaum perempuan yang terlibat dalam pergerakan politik Pilkada Malaka mendukung Paket SN-KT disebut SIS SN-KT dan kelompok pemuda yang disebut Bro SN-KT serta Satuan Khusus (Satsus) Pengawalan SN-KT menjadi wujud gerakan kaum milenials dalam memenangkab Paket SN-KT di Pilkada Malaka.

Cawabup Kim Taolin kepada wartawan di Betun, beberapa waktu lalu mengatakan kaum muda menjadi generasi potensi dalam pembangunan Malaka ke depan. Sehingga, pemimpin Malaka ke depan harus mengetahui kebutuhan kaum muda saat ini.

Loading...

Disebutkan, generasi muda punya hobi, minat dan bakat. Untuk mengembangkan potensi kaum muda, kata Cawabup Kim Taolin perlu diberi ruang dan kesempatan agar generasi muda mengasah keterampilan, pengetahuan dan kemampuan.

Di bidang olahraga misalnya, generasi muda harus diberdayakan agar berprestasi baik lokal, nasional maupun internasional. “Jangan kita bicara prestasi, jika tidak ada medali emas yang disumbangkan untuk Malaka, tanah tercinta,” Cawabup Kim Taolin menjelaskan.

Ke depan, tandasnya perlu diidentifikasi potensi, kemampuan dan kebutuhannya agar dikembangkan. Langkah ini penting untuk mengetahui siapakah generasi muda dan bagaimana keberadaannya dalam pembangunan Malaka ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *