Ki Wawan : Setiap Pusaka yang Ditarik dari Alam Ghoib Memiliki Khodam

BAGIKAN :

Gorontalo, NKRIPost.com – Ustad Wawan Hida atau biasa di sebut Ki Wawan mengatakan Keris berbagai ukuran, batu akik berbagai jenis, tombak, pedang kecil, hingga tongkat dari kuningan berkepala naga. Benda-benda itu didatangkan dari alam ghoib. menarik pusaka itu dengan cara berzikir nafas dan wiridan dibantu sedikit tenaga dalam, ada yang meminta bantuan jin jika benda yang akan ditarik berukuran besar dan penunggunya atau khodamnya memiliki tenaga yang kuat ki Wawan bisa membantunya.

Memang sulit dicernah dengan logika, tapi ini nyata. Di era modern seperti ini apalagi serba canggih, ada segelintir orang yang memiliki hobi unik, menyenangi benda-benda bertuah atau yang mereka sebut pusaka. Tak sekadar bendanya, tapi cara mendapatkannya yang membuat pusaka itu sangat istimewa. “Ungkap ki wawan” kamis 01/08/2019

Ki wawan ini biasa di sebut oleh Warga masyakarat Kabupaten Gorontalo beliau itu adalah sebagai ‘Paranormal Gaul dan Ulet’ salah satu yang mengoleksi benda-benda pusaka itu. Jumlah pusaka itu mencapai ratusan, dari ukuran kecil berupa batu seperti belbagai macam batu akik, hingga keris dan perisai yang berukuran di atas satu meter.

Ia mengaku mulai tertarik dengan pusaka dan proses tarik pusaka itu sejak 15 tahun lalu. Pria Alumni Filsafat Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo 2010 yang berusia 35 tahun Ia mengaku kelebihannya ini datang dengan sendirinya,”Tuturnya”

awalnya dia lebih memfokuskan kemampuan supranaturalnya untuk pengobatan.

Saat ditemui Corpsnews.com di tempat Usahanya di Masjid Agung Limboto, Kamis (01/08/2019), Ki wawan menceritakan, kepincut dengan kegiatan menarik benda
pusaka pertama kali dilakukan dengan jarak jauh. Dari kamar kosong di rumahnya, Ki wawan dibantu para sahabatnya melakukan Dzikir Nafas dan mendapatkan sebuah batu seperti batu akik dari peninggalan Raja raja Gorontalo “Saya hanya sederhana seperti berzikir Nafas, dibantu olah pernapasan dan tenaga dalam yang dikontrol oleh sendirinya,” tuturnya.

Bunyi benda jatuh dari langit-langit rumah terdengar ketika batu berukuran kecil itu berhasil ditarik. Ki wawan pun mendapatkan sebuah batu yang jatuh di pahanya saat dia duduk bersila. Dari kejadian itu, Ki Awan pun menjadi percaya proses tarik pusaka dari alam ghoib. Dia makin getol belajar teknik tarik pusaka dan beberapa kali berhasil menarik pusaka dari jarak jauh tanpa bantuan apapun. Benda yang didapatkan pun semakin beragam. Salah satunya Keris dan perisai dari Raja raja Gorontalo.

Beliau rajin mengunjungi tempat-tempat yang dikeramatkan seperti makam makam parawali/Aulia dan Air terjun batu besar di Lombongo. “Sebelum menarik benda itu, Ia hanya menggunakan mata batin untuk menerawang apakah bentuk bendanya, bagus atau tidak, apakah ada pemiliknya,” katanya.

Ki wawan menyebut menarik benda pusaka bisa diibaratkan dengan menarik truk besar sangatlah tidak muda sesuai di ijinkan oleh sang maha pencipta.

Ki wawan mengatakan pula menarik pusaka bisa dari belbagai macam daerah. Menarik pusaka dari jarak dekat atau di lokasi tempat benda itu berada, lebih mudah. Tapi risikonya di alam terbuka, benda yang berhasil ditarik dari alam gaib bisa jatuh di mana saja dan tidak bisa ditemukan.

Khodam penunggu pusaka

Setiap pusaka atau benda yang ditarik dari alam ghoib, biasanya memiliki penunggu atau khodam. Khodam adalah makhluk ghoib yang berasal dari jenis makhluk halus apa saja, namun yang paling umum adalah dari jenis jin. Oleh pemilik pusaka, khodam ini bisa dimintai bantuannya untuk tujuan tertentu atau diharapkan tuahnya.

Ki Wawan mengakui persoalan khodam penunggu pusaka ini. Di alam ghoib, pusaka ini banyak jumlahnya dan siapa saja bisa mengambilnya tergantung sanggup atau tidak orang yang menginginkannya.

“Kalau tidak ada pemiliknya bisa langsung ditarik, dipindahkan ke alam nyata. Kalau kita tidak kuat nariknya bisa pakai bantuan jin. Kita dialog dulu dengan khodam penunggu pusaka itu sebelum pusakanya kita ambil,” jelasnya.

Benda pusaka, lanjut dia, bisa berada di mana saja tidak mesti di tempat keramat. Untuk pusaka yang ada khodamnya, Ki Wawan mengatakan, dibutuhkan perawatan tertentu. Bukan untuk menyembah ke khodam, tapi perawatan dilakukan dengan cara Berdzikir ibarat seseorang punya peliharaan yang mesti diperhatikan.

“Menghormati khodam dengan kita mengasih minyak, wewangian. Kalau mau pembersihan pakai jeruk nipis biar karat-karat luntur lalu dilap yang kering,” ujarnya”

Selama ini ‘penghuni’ yang ada di dalam pusakanya tidak pernah mengganggu. Hanya saja Ki Wawan pernah beberapa hari sakit karena salah satu pusakanya belum beradaptasi dengan dirinya. Dia merasa panas dan emosinya kerap memuncak. Namun setelah dua hari berlalu keadaan itu kembali normal. Menurut dia, penghuni pusaka itu belum bisa menyesuaikan diri dengan Ki Wawan.

Dari sekian banyak pusaka yang dikoleksi, ada beberapa yang memiliki bentuk unik. Seperti keris sepanjang 1,2 meter yang berbentuk seperti Naga, Cermin ajaib, mustika telur puyuh, mustika Bawang merah, mustika bidadari, merah Delimah, Samurai kerajaan Jepang Dll. Semua pusaka memiliki khasiat atau tuah masing-masing. “Kebanyakan fungsi umum untuk keselamatan. Sisanya ke pangkat, jabatan, pengasihan, rezeki, dan penangkal santet,” jelasnya.

Meski bisa melakukan tarik pusaka sendiri, ada kalanya benda pusakanya didapat dengan cara barter. bervariasi dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan. Semenjak menggeluti tarik pusaka dan mengoleksi benda pusaka tersebut dia sudah menghabiskan puluhan juta rupiah. Ada kepuasan sendiri ketika mendapatkan pusaka tersebut walau tenaga dan uang terkuras. Beberapa pengalaman menarik benda pusaka itu ada yang ditulis Ki Awan di situsnyanya www.wawanHida.com saat jumpah diwawancarai langsung oleh CorpsNews Gorontalo. Kamis 01/08/2019

EDITOR : Zulkarnain

COPYRIGHT@CorpsNews2019.Com

Jakarta-Gorontalo.

Publikasi : 1 Agustus 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami