Ketua MPR Keluarkan Peringatan Serius, Harap Waspada!

KETUA MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan TNI agar selalu waspada terhadap ancaman perang ideologi.

Menurutnya, TNI perlu waspada terhadap ancaman perang ideologi selain perang lainnya seperti ancaman perang modern.

Bamsoet menyebut perang modern saat ini bertumpu pada teknologi digital, perang nuklir, biologi kimia, serta teknologi jarak jauh lainnya.

Sementara perang ideologi, jelasnya, dapat membahayakan persatuan dan kesatuan sehingga turut penting untuk diwaspadai.

“Perang ideologi dunia merupakan bahaya laten yang bisa mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya, seperti dikutip dalam REPUBLIKA pada Jumat (8/10/2021).

Bamsoet lantas menuturkan bahwa TNI harus turut terlibat dalam vaksinasi ideologi bersama MPR RI dengan vaksin ‘Empat Pilar MPR RI’.

Loading...

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan imunitas masyarakat agar memiliki kekebalan dalam menghalau nilai-nilai asing yang mengancam jati diri dan karakter bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Bamsoet menyatakan ada semacam kealpaan dalam mentransformasikan ideologi kebangsaan dari rumusan ideal abstrak menjadi praktik kolektif kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Selain itu, dia juga menyebut pencegahan infiltrasi narasi dan gerakan kontra ideologi negara dalam berbagai aspek belum sepenuhnya optimal.

Loading...

Di sisi lain, Bamsoet turut mengapresiasi kinerja TNI sehingga selalu berada di urutan pertama sebagai lembaga negara paling dipercaya rakyat.

Bamsoet meminta agar TNI senantiasa meningkatkan kinerja, tentu dengan dukungan alutsista yang memadai, guna tetap menjaga kepercayaan rakyat.

Saat ini, jelasnya, TNI tengah memasuki tahap ketiga (2020-2024) penyelesaian minimum essential force (MEF) yang artinya baru tercapai sekitar 60 persen.

Selanjutnya, Bamsoet juga meminta untuk menjadikan peringatan HUT TNI ke-76 sebagai momentum peningkatan kesejahteraan prajurit.

Bamsoet menyinggung terkait kepemilikan rumah lantaran banyak keluarga yang kesulitan terkait rumah jika terjadi sesuatu pada prajurit dalam bertugas.

Pasalnya, jelas Bamsoet, selama ini prajurit TNI hanya mendapatkan fasilitas rumah dinas yang setelah pensiun harus mengembalikannya kepada negara.

Meski sudah memperoleh 11 komponen tunjangan, Bamsoet menyebutnya belum terlalu memadai jika dibandingkan dengan tugas yang mempertaruhkan nyawa.

Oleh karena itu, Bamsoet meminta pemerintah menaikkan tunjangan kinerja dari 60 persen menjadi 70 hingga 80 persen dari gaji pokok.

Loading...

(NKRIPOST/NESIATIMES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *