NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Kepercayaan Publik Meningkat; Jaksa Agung Burhanuddin Berkinerja Baik

BAGIKAN :

NKRI POST.RIAU | Jakarta –
Kepercayaan publik terhadap lembaga negara di tengah Pandemi Covid-19 tetap tinggi. Misalnya kepercayaan publik pada Kejaksaan Agung.

Berdasarkan survei Indikator Politik, mayoritas publik atau 74,1 persen, percaya dengan kinerja korps Adhyaksa yang saat ini dipimpin ST Burhanuddin.

Kepercayaan pada Kejaksaan Agung ini tak jauh beda dengan kepercayaan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan angka 74,7 persen.

Menurut Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran, Romli Atmasasmita, langkah-langkah Kejaksaan Agung dalam menangani berbagai kasus besar menjadi cerminan kesungguhan lembaga itu, misalnya kinerja dalam penyidikan kasus besar seperti Jiwasraya dan kasus ilegal impor barang dari Tiongkok.

“Ini merupakan cerminan dari kesungguhan Kejaksaan Agung dalam Pemberantasan tindak Pidana Korupsi dan tindak pidana Pencucian uang (TPPU),” ungkap Romli saat dihubungi.(11/7/2020).

Dia juga menilai, Jaksa Agung Burhanudin telah menempatkan kejaksaan sebagai lembaga yang tidak hanya menegakkan hukum melainkan juga lembaga penegak moralitas hukum, yaitu menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Loading...

“Ucapan ‘kita bina, jika tidak dapat kita binasakan’ merupakan teguran keras untuk membersihkan kejaksaan dari KKN,” puji Romli.

Diketahui, pandemi Covid-19 tidak menghentikan semangat dan kerja Kejagung untuk terus mengusut kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan Dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang akhirnya sampai juga pada tahap persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan.
Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Para terdakwa hadir dalam sidang tersebut dengan menggunakan masker dan face shield.
Para terdakwa terdiri dari Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartanto Tirto dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hery Prasetyo.

Selain itu juga Direktur Utama PT. Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim serta Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Ausransi Jiwasraya Syamirwan.

Mereka didakwa merugikan negara sebesar Rp 16,8 triliun seperti hasil perhitungan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).***[Budiman]

Terbitkan Pada: 12 Juli 2020 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami